Menghentikan Layanan Telkom IndiHome

Setelah menjadi pelanggan Telkom IndiHome selama 3 tahun, saya akhirnya menghentikan layanan tersebut pada 29 Oktober 2018.

gedung Plasa Telkom Jatinegara
gedung Plasa Telkom Jatinegara

Alasannya sederhana, karena saya hendak pindah.

Prosesnya ternyata cukup cepat dan mudah, yaitu datang ke Plasa Telkom terdekat dengan membawa seluruh perangkat, yaitu modem (ONT) dan decoder TV (STB), menyiapkan KTP dan membawa materai 6000.

Karena area saya masuk dalam wilayah Pondok Kelapa, saya datang ke kantor Telkom Pondok Kelapa, Jakarta Timur.

Rupanya kantor Telkom yang ada di Pondok Kelapa merupakan kantor para teknisi, di mana setiap ada keluhan dari pelanggan di area Pondok Kelapa, teknisi akan dikirim dari kantor ini.

Selama menggunakan layanan Telkom IndiHome, saya sudah 3 kali mengajukan keluhan gangguan dan respon teknisinya cukup cepat. Mungkin karena memang lokasinya dekat dengan tempat tinggal saya.

Karena kantor ini tidak melayani pelanggan, oleh satpam, saya diarahkan menuju ke Plasa Telkom Jatinegara, dan saya langsung meluncur ke sana.

layanan pelanggan Plasa Telkom Jatinegara
layanan pelanggan Plasa Telkom Jatinegara

Saya sampai di Plasa Telkom Jatinegara jam 11:30 WIB dan seorang petugas menanyakan keperluan saya.

Setelah menyampaikan bahwa saya hendak mencabut layanan Telkom IndiHome, saya diminta menyebutkan nomor pelanggan, dan ditanya apakah layanan IndiHome yang akan dicabut menggunakan nama saya.

Saya kemudian diminta untuk difoto melalui mesin antrean, dan mendapat nomor antrean A31. Saya lalu dipersilakan duduk di ruang tunggu yang tampak seperti lounge.

Ini pertama kalinya datang ke Plasa Telkom, dan saya merasa nyaman berada di sini.

Sofa-sofa berwarna merah empuk dan tersebar di berbagai sudut menambah kenyamanan.

Di beberapa tempat terdapat televisi yang menampilkan iklan tentang layanan Telkom.

ruang tunggu Plasa Telkom Jatinegara
ruang tunggu Plasa Telkom Jatinegara

Saya melihat ada TV berlayar besar yang menampilkan tayangan film, yang didesain seakan-akan menjadi ruang hiburan.

Ada juga area bermain anak, dan ruang pamer konsep smart home dari Telkom.

Dua buah meja dengan petugas masing-masing duduk di meja kecil tengah melayani pelanggan.

Saya melihat nomor antrean terakhir nomor A30 terpampang di layar, dan saya dengan santai menunggu.

Tiba-tiba saya didatangi petugas trainee bernama Ratna. Ia membawa tablet dan menanyakan keperluan saya setelah meminta kertas berisi nomor antrean saya.

Rupanya fungsi foto ini digunakan petugas untuk mendatangi pelanggan, sehingga pelanggan tak perlu datang ke loket, namun petugas yang mendatangi pelanggan yang bisa duduk di mana pun.

Setelah nomor pelanggan saya dicatat, saya diminta menyerahkan fotokopi KTP jika ada, atau menyerahkan KTP yang nantinya akan difotokopi oleh petugas tersebut.

petugas mendatangi pelanggan
petugas mendatangi pelanggan

Saya juga ditanya apakah saya membawa materai 6000, dan untungnya saya sudah menyiapkan.

Tagihan saya langsung diperiksa oleh petugas melalui tablet yang dibawanya, dan saya diminta membayar dan melunasi tagihan berjalan untuk bulan Oktober 2018, yang harusnya akan ditagihkan di bulan depan.

Saya diminta menunggu, sementara petugas memfotokopi KTP saya dan memproses permohonan saya.

Nama saya kemudian dipanggil untuk menuju ke kasir. Saya diminta membayar pelunasan tagihan saya di kasir.

Total tagihan yang harus saya bayar adalah Rp 377.000 dengan rincian tagihan pemakaian Rp 319.000, materai Rp 3.000, dan security deposit sebesar Rp 55.000.

Setelah tagihan dibayar, Mbak Ratna meminta saya mengisi dan menandatangani surat pernyataan berhenti berlangganan yang kemudian dibubuhi materai 6000.

perangkat berupa modem dan STB dikembalikan ke petugas
perangkat berupa modem dan STB dikembalikan ke petugas

Kemudian seluruh perangkat saya serahkan, berupa modeh Huawei dan STB ZTE, dan Mbak Ratna mencatat nomor seri ke dalam berita acara serah terima barang pelanggan kepada petugas Plasa Telkom.

Semua proses dilakukan dari tempat saya duduk, tidak perlu datang ke meja petugas.

Saya mendapat salinan kedua berkas ini dan proses pemberhentian layanan Telkom Indihome saya selesai pada jam 12:10 WIB.

Saya bertanya bagaimana dengan kabel fiber optic yang terpasang, Mbak Ratna menjawab untuk dibiarkan saja, karena kemungkinan kabel tersebut bisa digunakan lagi oleh orang yang nanti akan menempati tempat saya.

Proses pemasangan dan pencabutan layanan IndiHome menurut pengalaman saya termasuk cepat dan mudah.

Meski ada beberapa hal yang saya benci dari IndiHome, terutama urusan blokir dan script injection, serta kecepatan internet melambat setiap masuk tanggal 20-an, secara keseluruhan saya cukup puas dengan layanan IndiHome.

Artikel ini dipublikasikan pada 29 Oktober 2018, sekitar 2 minggu yang lalu. Informasi yang dimuat di artikel ini mungkin sudah tidak akurat.

Belum ada tanggapan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.