Pengalaman Menginap di Champion Hotel Singapura

Selama dua kali kunjungan kami ke Singapura, kami selalu menginap di Champion Hotel yang beralamat di 6.

Kami memilih hotel ini karena selain faktor harga juga lokasinya yang cukup baik dengan akses ke moda transportasi dan konsumsi.

Pertama kali kami menginap di hotel ini pada 10-12 Mei 2016 dan terakhir kami menginap di hotel ini pada 24-25 April 2018.

Harga dan Pemesanan

bagian depan Champion Hotel
bagian depan Champion Hotel

Hotel di Singapura bisa dibilang tidak ada yang murah. Menemukan hotel yang value to money memang membutuhkan kesabaran dalam mencari.

Beruntung istri saya yang sangat detil menemukan dan memilih Champion Hotel.

Champion Hotel merupakan hotel berbintang 3, yang harganya berkisar di Rp 1 juta per malam.

Namun kami merasa dengan harga tersebut, Champion Hotel masih termasuk “murah” jika melihat fasilitas, lokasi, dan aksesnya.

Pada pemesanan kami yang pertama pada tahun 2016, kami memesan lewat situs Booking.com mendapat harga S$ 183,52 atau Rp 1.931.567 dengan nilai tukar saat itu, untuk 2 malam dengan tipe kamar Superior Double tanpa jendela.

Pemesanan kedua kami menggunakan Agoda.com dan mendapat harga Rp 871.977 dengan tipe kamar Superior Twin. Kami terpaksa memilih ini karena pada tanggal yang kami incar hanya tersisa tipe kamar ini.

Proses check-in juga tidak rumit, hanya dengan memberikan kode pemesanan ke resepsionis beserta paspor maka proses booking bisa dilakukan.

Waktu check-in hotel ini adalah jam 14:00 dan check-out pada jam 12:00. Namun jika kamar sudah siap, kami bisa langsung check-in.

Begitu juga jika ingin menghabiskan waktu dari pagi namun tidak sempat check-out di siang hari, kami bisa melakukan check-out di pagi hari kemudian menitip barang bawaan ke resepsionis yang nantinya saat kembali ke hotel pada sore tinggal mengambil saja.

Fasilitas

lobi Champion Hotel
lobi Champion Hotel

Meski hotel berbintang 3, Champion Hotel tidak menyediakan sarapan.

Namun tak perlu khawatir, di sekitar hotel terdapat banyak tempat makan yang beberapa di antaranya buka 24 jam, termasuk gerai 7-eleven.

Di lobi, terdapat ruang tunggu yang menyenangkan. Terdapat sebuah kursi ayunan yang bisa diduduki oleh tamu.

Resepsionis buka selama 24 jam dan stafnya bisa berbahasa Inggris, Mandarin, dan Melayu.

Di samping lift terdapat mesin penjual minuman otomatis bermerek Pokka yang harga minumannya sekitar S$1 hingga S$2.

Tamu bisa menggunakan wi-fi gratis di seluruh area di dalam hotel. Koneksi internetnya kencang, namun jika tidak digunakan, perangkat otomatis akan terputus dan harus melakukan koneksi ulang ke wi-fi.

Pintu dikunci dengan sistem kartu RFID yang untuk membuka cukup menempelkan kartu ke gagang pintu. Di samping pintu terdapat panel bel dan layar yang bisa menampilkan tulisan “jangan diganggu” atau “tolong bereskan kamar”.

Kamar kelas Superior yang kami pesan semuanya tanpa jendela, dengan luas kamar sekitar 17 m2.

Tersedia air panas untuk mandi, di mana saat kami menginap untuk yang kedua kali, kami bisa menyalakan atau mematikan air panas ini secara manual melalui tombol pada panel kontrol.

minuman instan gratis yang tersedia
minuman instan gratis yang tersedia

Seluruh kamar menggunakan AC yang dinginnya luar biasa. Pada saat kami menginap yang kedua kali, arah angin AC langsung mengarah ke kasur sehingga bagi yang tidak biasa kena AC mungkin akan bermasalah.

Seluruh kamar merupakan kamar dilarang merokok. Jika ingin merokok, staf menyarankan untuk merokok di luar hotel.

Sabun, shampo, handuk, amenities, tersedia lengkap sehingga tidak perlu lagi repot membawa handuk dan peralatan mandi.

Tersedia pula pengering rambut, di mana istri saya suka sekali menggunakannya setelah mandi.

Dua botol air minum beserta Lipton Green Tea, Max Tea Tarik, dan Indocafe Coffeemix tersedia gratis di dalam kamar. Menariknya, minuman instan ini diimpor dari Indonesia.

Di dalam kamar juga tersedia brankas untuk menyimpan barang-barang berharga selama meninggalkan kamar.

Isolator dinding kamarnya terasa kurang. Kami kadang mendengar suara orang bercakap-cakap di luar walau tidak begitu nyaring, namun untuk yang sensitif dengan suara, hal ini akan mengganggu.

Akses Lokasi

Joo Chiat Complex
Joo Chiat Complex

Terletak di kawasan Joo Chiat yang banyak ditinggali imigran berasal dari Melayu, India, dan Arab, membuat kawasan ini sangat ramah terhadap muslim, terutama untuk mencari makanan halal.

Di seberang hotel ada Joo Chiat Complex kawasan belanja terpadu dan Geylang Serai Market di mana terdapat food court yang buka 24 jam.

Favorit kami saat menginap di sini adalah makan di food court Geylang Serai Market yang cukup berjalan tak sampai 5 menit.

Akses ke transportasi publik juga mudah. Halte bus terdekat adalah halte Joo Chiat Cplx (ID: 82049) yang berada di pinggir jalan raya Changi Rd dan melayani berbagai rute utama. Dari hotel cukup berjalan sejauh 300 meter dan memakan waktu sekitar 5 menit.

Jika ingin naik MRT, bisa berjalan menuju stasiun Paya Lebar yang berjarak sekitar 1 Km dengan berjalan kaki selama 10 menit, atau naik bus bernomor 24, 28, 76, 154, dan 155 dari halte Joo Chiat Cplx.

Selama di Singapura, kami hampir selalu naik bus karena lebih dekat ke halte daripada ke stasiun MRT.

Saat berangkat kami naik dari halte Joo Chiat Cplx, namun saat kembali menuju hotel kami turun di halte Blk 416 (ID: 82032) atau Blk 414 (ID: 82033), tergantung bus yang kami naiki, yang berada di jalan Sims Ave yang ada di belakang Geylang Serai Market.

Jarak halte-halte ini juga sekitar 450-500 meter dengan waktu tempuh berjalan kaki selama 5-10 menit.

Ini karena Changi Rd dan Sims Ave menerapkan arus searah, sehingga bus tidak dapat lewat di jalan yang sama.

Dari atau ke Bandara Changi jika naik bus memakan waktu sekitar 45 menit hingga 1 jam, tergantung padatnya arus lalu lintas.

Kesan dan Penilaian

penghargaan yang diraih Champion Hotel
penghargaan yang diraih Champion Hotel

Kami sangat puas dengan layanan Champion Hotel. Bagaimana tidak, kami menginap dua kali di sini.

Selain kami sudah mengenal area ini, jika dibandingkan dengan hotel-hotel sekelasnya, Champion Hotel memberi tawaran harga yang lebih menarik.

Aksesnya yang cukup dekat dari bandara, yaitu berada di dekat jalan utama Changi Rd). Waktu tempuh sekitar 45 menit hingga 1 jam menggunakan bus, atau jika menggunakan taksi hanya sekitar 20-30 menit.

Selain itu, meski tempatnya relatif sepi dibanding lokasi yang menjadi favorit menginap para pelancong macam Bugis dan Little India, akses ke tempat wisata juga mudah dengan menggunakan halte bus. Terima kasih Land Tansport Authority!

Selain itu, Champion hotel pernah menyabet gelar dari TripAdvisor Certificate of Exellence 2015, mendapat nilai 4 of 5 Excellent dari Hotels.com, mendapat nilai 4,9 dari 6 dari HolidayCheck 2015 di tahun 2015, dan juga mendapat gelar Gold Circle Award 2016 dari Agoda.com.

Galeri Foto

Artikel ini dipublikasikan pada 20 Mei 2018, sekitar 5 bulan yang lalu. Informasi yang dimuat di artikel ini mungkin sudah tidak akurat.

Ada 1 tanggapan
Menonton Spectra Light & Water Show di Marina Bay Sands — matriphe! personal blog 26 Mei 2018 17:48 WIB

[…] karena badan cukup berkeringat dan kami masih punya waktu, kami memutuskan kembali ke hotel untuk mandi dan berganti pakaian sebelum berangkat kembali menggunakan […]

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.