Makan Wee Nam Kee Chicken Rice di Makansutra Gluttons Bay

Setelah menonton pertunjukan Spectra Light and Water Show di Marina Bay Sands, kami menuju ke Makansutra Gluttons Bay untuk makan malam.

Makansutra Gluttons Bay merupakan tempat makan yang populer di Singapura. Selain reputasi makanannya, lokasinya yang berada di samping teater Esplanade juga memberikan pemandangan Marina Bay.

Melewati Helix Bridge

menyusuri Helix Bridge di malam hari
menyusuri Helix Bridge di malam hari

Kami berjalan selama kurang lebih 20 menit melewati Helix Bridge, jembatan unik berbentuk untaian DNA yang beroperasi pada tahun 2010.

Helix Bridge yang berada sejajar dengan jembatan Benjamin Sheares ini menghubungkan area Marina Center dan Marina South di kawasan Marina Bay, yang dikhususkan untuk pejalan kaki.

Karena kami melintasi jembatan ini di malam hari, lampu-lampu LED menyala menambah cantik suasana. Selain LED hiasan, lampu LED berwarna putih terang menyala untuk menerangi jalan.

Jembatan yang berbahan stainless steel, dengan panjang 280 meter. Ada 4 teras yang menonjol di sisi jembatan yang bisa digunakan untuk berhenti dan menikmati suasana Marina Bay atau sekadar berfoto.

Terdapat kanopi berbahan kaca untuk melindungi pejalan kaki di kalah hujan dan terik matahari.

Jika jeli, pejalan kaki bisa menemukan huruf-huruf C, G, A, dan T, yang merupakan unsur penyusun DNA, yaitu cytosine, guanine, adenine, dan thymine.

Sebuah rangkaian nukeleotida akan terbaca dengan urutan A-T-C-T-G-G-T-C-G-A-G-C-T-C-G-G-G-T-C-C-A-C-T-C-C-G-G-A-T-T-C-T-G-T-G-T-G-T-G-T-G-T-G-T-G-T-G-T-C-A-A-C-T-G-A-A-T-G-A jika berjalan menuju Marina Bay Sands. Urutan nukleotida ini bukan lah rangkaian DNA makhluk apa pun.

Makansutra Gluttons Bay

Kursi-kursi di bagian yang dekat dengan Marina Bay menjadi favorit yang tentu saja sudah penuh dengan pengunjung.

Meja-meja panjang dan meja bulat lengkap dengan payung berwarna putih terjajar rapih di area seluas sekitar 1.000 m2.

Karena berkonsep outdoor, akan repot jika hujan karena payung-payung di tempat makan ini tidak akan mampu melindungi dari hujan.

Jam buka tempat makan ini adalah pada jam 17:00 hingga 02:00 pada hari Senin, 17:00 hingga 03:00 pada hari Jumat dan Sabtu, serta buka pada jam 16:00 hingga 01:00 pada hari Minggu.

Nama Makansutra sendiri berawal dari komunitas yang berdiri pada tahun 1997 atas prakarsa seorang jurnalis foto KF Seetoh, yang kemudian beralih menjadi perusahaan profesional untuk mengelola tempat makan ini.

Ada 12 kios yang menjual berbagai makanan di sini. Keduabelas kios ini dipilih secara ketat karena reputasi rasa dan kualitasnya.

Keduabelas kios ini adalah The Gluttons Bar, The Sweet Spot, Alhambra Padang Satay, Old Satay Club Mee Goreng, Wee Nam Kee Chicken Rice, Huat Huat BBQ Chicken Wing & Carrot Cake, Hong Kong Street Old Chun Kee, Soon Lee Fried Hokkien Prawn Mee, Gerry’s Grill, Redhill Rong Guang B.B.Q. Seafood, Thai Yummy Food, dan Botak Joe Ngoh Hiang.

Kami duduk di area dekat jalan Raffles Ave karena di lokasi ini masih banyak tempat yang kosong. Setelah bingung menentukan hendak makan apa, kami akhirnya memesan nasi ayam hainan dari Wee Nam Kee Chicken Rice seharga S$ 6 seporsi.

Minumnya kami memesan lemon ice tea dan lime ice tea masing-masing seharga S$ 1,2 dari kios di The Gluttons Bar.

Wee Nam Kee Chicken Rice

Wee Nam Kee Chicken Rice dan Lime Ice Tea
Wee Nam Kee Chicken Rice dan Lime Ice Tea

Saat kami datang ke kiosnya, sang penjaga seorang etnis Tionghoa nampak masam mukanya. Saat melayani pun dia tidak tersenyum sedikit pun.

Rupanya memang itu sudah jadi karakter si penjual tersebut, bukan berarti dia tidak menghargai pembeli, namun memang seperti itu karakter si penjual, bermuka masam jarang senyum.

Setelah membayar, dengan menggunakan tampah, kami membawa sendiri piring berisi nasi hainan, ayam panggang yang menggiurkan, serta semangkuk kecil kuah ayam menuju meja makan.

Wee Nam Kee memang salah satu nama penjual nasi hainan terkenal dengan ayam kukus dan ayam panggangnya di Singapura.

Didirikan oleh Wee Toon Oout pada tahun 1989, bisnis keluarga ini telah bertahan selama 2 generasi dan kini telah memiliki 4 cabang, termasuk satu yang ada di Makansutra Gluttons Bay.

Semangkuk kuah ayam menjadi pengawal makan. Dengan menyesap kuah ayam hangat berempah mampu membangkitkan selera makan.

Daging ayamnya yang berkubang dalam bumbu kecap dengan rasa jahe, sangat empuk dan sobek di mulut tanpa perlawanan. Kulitnya yang garing langsung terkelupas saat disentuh.

Nasi hainannya juga empuk namun masih terlihat bulir-bulirnya. Nasi juga tidak terlalu berminyak dan rasa gurihnya pas.

Minuman es teh jeruk nipisnya sungguh segar, meski untuk yang tidak tahan dengan rasa masam, sebaiknya memesan minuman lain.

Menu Lainnya

Sayang sekali kami tidak sempat mencicipi menu lain di sini karena sudah kenyang. Jika ada kesempatan lagi, kami sepertinya akan memesan chicken wings dan carrot cake dari Huat Huat BBQ Chicken Wing & Carrot Cake.

Jika doyan dengan seafood, menu Chili Crab dan Sambal Stingray dari Redhill Rong Guang B.B.Q. Seafood layak dicoba.

Artikel ini dipublikasikan pada 18 Mei 2018, sekitar 7 bulan yang lalu. Informasi yang dimuat di artikel ini mungkin sudah tidak akurat.

Ada 1 tanggapan
Menonton Spectra Light & Water Show di Marina Bay Sands — matriphe! personal blog 26 Mei 2018 12:57 WIB

[…] Kami kemudian berjalan melewati Helix Bridge menuju Makansutra Gluttons Bay untuk makan malam. […]

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.