Terbang Bersama Nam Air dari Terminal B, Bandara Adisutjipto, Yogyakarta

Saya sering bepergian ke Yogyakarta karena urusan pekerjaan. Setiap kali saya harus terbang, saya memilih berangkat dan tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta karena lokasinya dekat dengan tempat tinggal saya.

Terminal B, Bandara Adisutjipto, Yogyakarta
Terminal B, Bandara Adisutjipto, Yogyakarta

Maskapai yang terbang dari Bandara Halim Perdanakusuma yang bertujuan ke Yogyakarta hanya Batik Air dan Citilink.

Di Yogyakarta, Batik Air, Citilink, dan Garuda Indonesia dilayani di Terminal A. Sisanya dilayani di Terminal B yang diresmikan pada 17 Agustus 2015.

Akhirnya pada tanggal 8 Mei 2018 lalu, saya berkesempatan terbang dari Terminal B, Bandara Adisutjipto, Yogyakarta, dengan maskapai Nam Air karena tiket yang tersedia dan harganya masuk akal.

Saya belum pernah menggunakan maskapai Nam Air, jadi perjalanan saya kali ini saya mendapat dua pengalaman baru bersamaan.

Terminal B, Bandara Adisutjipto

menuju pintu keberangkatan Terminal B, Bandara Adisutjipto
menuju pintu keberangkatan Terminal B, Bandara Adisutjipto

Saya menuju ke bandara ini menggunakan Go-Jek.

Sepeda motor dilarang masuk, sehingga saya hanya bisa turun di depan pintu gerbang kemudian berjalan kaki ke pintu keberangkatan di ujung barat.

Untungnya Terminal B termasuk kecil, sehingga masih bisa ditempuh dengan berjalan kaki.

Teriminal B berukuran lebih kecil bila dibanding dengan Terminal A. Tidak ada pintu terpisah antara penerbangan domestik atau internasional di Terminal ini.

Begitu masuk pintu kedatangan langsung menuju ke lokasi check-in tanpa melalui mesin pemeriksaan. Saat saya datang, antreannya sudah mengular.

Aula check-in terasa sempit dan tidak jelas garis antreannya. Saya melihat mesin check-in otomatis milik AirAsia, namun saya tidak melihat penumpang yang menggunakannya.

antrean check-in di Terminal B, Bandara Adisutjipto
antrean check-in di Terminal B, Bandara Adisutjipto

Saat saya mencoba melakukan web check-in melalui situs Sriwijaya Air (Nam Air merupakan anak perusahaan Sriwijaya Air) rupanya karena waktunya sudah kurang dari 4 jam, saya tidak bisa melakukan web check-in.

Setelah menunggu sekitar 25 menit saya pun sampai di depan loket dan melakukan check-in. Saya kemudian menuju ruang tunggu dengan melewati mesin pemeriksaan.

Waktu saya masuk, ruang tunggu Terminal B sudah penuh. Penyebabnya adalah karena beberapa penerbangan mengalami penundaan karena di waktu yang bersamaan dengan jadwal latihan Akademi Angkatan Udara.

Penerbangan IN-279 saya pun ikut mengalami penundaan.

Pintu keberangkatan internasional berada di dalam ruang tunggu, yang menuju ke aula imigrasi dan terdapat ruang tunggu lagi yang terpisah dari ruang tunggu penerbangan domestik.

ruang tunggu Terminal B, Bandara Adisutjipto
ruang tunggu Terminal B, Bandara Adisutjipto

Ada 3 pintu untuk naik pesawat di ruang tunggu ini, di mana penerbangan Nam Air dan Sriwijaya Air dilayani di Pintu 3, Air Asia dilayani di Pintu 2, dan Pintu 1 untuk penerbangan lainnya.

Terdapat area bermain anak di dalam ruang tunggu kedatangan. Saat saya berada di sana, area bermain anak ini dimanfaatkan oleh anak-anak untuk bermain.

Saat maghrib tiba, saya pun melaksanakan sholat maghrib di mushola yang ada di ujung barat, samping toilet.

Musholanya cukup lumayan meski bisa dibilang tidak terlalu luas. Ada batas pemisah antarjamaah laki-laki dan perempuan.

Di dekat mushola terdapat pojok internet gratis dan pojok baca.

pojok internet gratis dan pojok baca di ruang tunggu Terminal B, Bandara Adisutjipto
pojok internet gratis dan pojok baca di ruang tunggu Terminal B, Bandara Adisutjipto

Ada beberapa komputer yang tersedia di ruang internet ini, namun saya tidak melihat ada yang menggunakannya. Penumpang lebih memilih menggunakan ponsel atau laptop mereka daripada harus membuka internet melalui komputer, apalagi di ruang terbuka.

Begitu juga di ruang baca, kursinya yang cukup empuk justru digunakan oleh orang yang sekadar duduk-duduk membuka laptop dan ponsel mereka masing-masing karena tempat duduk penuh.

Penerbangan saya yang dijadwalkan berangkat pada jam 19:00 WIB ikut tertunda.

Saya baru boarding pada jam 19:00 WIB, dan setelah berada di dalam pesawat, saya baru terbang sekitar jam 20:00 WIB karena menunggu giliran menggunakan landasan.

Artikel ini dipublikasikan pada 10 Mei 2018, sekitar 6 bulan yang lalu. Informasi yang dimuat di artikel ini mungkin sudah tidak akurat.

Belum ada tanggapan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.