Terbang dari Bandara Halim Perdanakusuma (HLP)

Artikel ini ditayangkan pada 28 Mei 2014, sekitar 3 tahun yang lalu. Informasi pada tulisan ini mungkin sudah tidak sesuai.

Sejak ditetapkan sebagai bandara komersial sementara pada 10 Januari 2014, saya penasaran ingin mencoba terbang dari Bandara Halim Perdanakusuma. Secara operasional, Bandara Halim Perdanakusuma dikelola oleh PT Angkasa Pura II.

boarding pass Citilink boarding pass Citilink

Bandara ini sebenarnya merupakan markas Komando Operasi Angkatan Udara TNI AU, namun beberapa maskapai penerbangan seperti Susi Air dan Pelita Air juga melayani penerbangan dari bandara ini.

Maskapai penerbangan Citilink resmi memindahkan beberapa rute penerbangannya ke Bandara Halim Perdanakusuma untuk mengurangi beban Bandara Soekarno-Hatta.

Kesempatan itu akhirnya tiba. Karena ada urusan pekerjaan di Yogyakarta, saya naik Citilink QG-9321 pada 11 Mei 2014. Diantar pacar, saya berangkat ke Bandara Halimperdanakusuma. Saya agak heran saat tiba di sana, bandaranya sepi sekali! Sepinya bandara terasa sejak pintu masuk hingga parkiran. Kami bahkan bisa leluasa memilih parkir mobil.

Saat masuk ke ruang check-in, saya sempat ragu, apakah counter check-in sudah buka? Tanpa perlu antre, dengan cepat saya langsung mendapat boarding pass. Karena datang terlalu cepat, saya pun berkeliling sejenak untuk melihat-lihat.

Saya keluar dari bandara dan berjalan menuju pintu kedatangan di sisi barat daya. Pintu keberangkatan terletak di sebelah timur laut. Suasananya sangat kontras bila dibandingkan dengan suasana di Bandara Soekarno-Hatta.

suasana di Bandara Halimperdanakusuma suasana di Bandara Halimperdanakusuma

Saya tidak menemukan penjual parfum menawarkan barang dagangannya diam-diam. Begitu juga tukang ojek, saya tidak melihat mereka. Taksi berderet rapi menunggu penumpang yang sepi antrean. Di ujung, terdapat pangkalan minibus DAMRI yang memiliki rute terbatas. Di depan bandara berderet food court, kafe, dan minimarket. Suasananya juga sama, relatif sepi.

Setelah melihat-lihat bagian depan bandara, saya dan pacar duduk sambil menunggu keberangkatan di Monti Kafe, kedai kopi kecil di ujung bandara, persis di seberang pangkalan DAMRI. Suasana Monti Kafe begitu menyenangkan, plus harganya relatif murah, untuk ukuran kafe di kawasan bandara.

Menjelang boarding, saya masuk ke ruang tunggu. Saya sempat bingung, kok tidak diminta membayar pajak Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U). Rupanya pajak sebesar Rp 40.000 ini sudah termasuk di dalam tiket Citilink yang saya beli.

Ruang tunggu Bandara Halim Perdanakusuma bagus. Suasananya sunggu berbeda dengan suasana di luar. Di ruang tunggu, suasana begitu ramai, bisa jadi karena ruangannya tak luas. Saya membayangkan jika ada banyak penerbangan, rasanya ruang tunggu tidak akan muat.

Tak berapa lama, panggilan naik ke pesawat diumumkan. Saya naik menuju pesawat menggunakan tangga. Tidak ada garbarata di bandara ini. Saat di apron, saya melihat banyak pesawat jet pribadi terparkir. Sejumlah helikopter dan pesawat militer milik TNI AU juga terparkir rapi di apron.

Setelah duduk manis di bangku nomor 23F di pesawat Airbus A320, tak berapa lama pesawat pun di-push back. Setelah melakukan taxi, pesawat yang saya tumpangi berhenti sejenak menunggu pesawat Citilink lain mendarat. Tepat pukul 14:05 WIB, pesawat Citilink lepas landas menuju Yogyakarta.

Galeri Foto

Muhammad Zamroni

pengembang web • penyelam scuba • pejalan pemula • peminat perangkat

Jakarta, Indonesia

2 komentar

Artikel ini ditayangkan pada 28 Mei 2014, sekitar 3 tahun yang lalu. Informasi pada tulisan ini mungkin sudah tidak sesuai.

titiw

3 Juni 2014 21:40

Weeh ciamikk.. Aku yang tinggal hanya 15 menit dari Halim aja ndak pernah masuk sini. Lumayan dapet kisi2 kalo ke mari. :D

Gita Sonya MS

7 Agustus 2015 10:47

Saya berharap bisa hanya sekedar main ke Bandara (tapi ndak bepergian kemana-mana) n bisa liat pesawat... bisa ndak yaa... :D

Statistik

Telah dibaca 9.909 kali. Waktu baca rata-rata 4 menit. Ada 2 komentar.