Pengalaman Menggunakan Lenovo Zuk Z1

Saya dimintai bantuan oleh Didut untuk memperbarui sistem operasi ponsel Lenovo Zuk Z1-nya.

Lenovo Zuk Z1 sempat diluncurkan di Indonesia sekitar setahun yang lalu dengan menggandeng Blibli.com sebagai mitra penjualan.

Lenovo Zuk Z1
Lenovo Zuk Z1

Lenovo Zuk Z1 saat itu dijual dengan harga Rp 3.999.000 pada masa promosi, di mana harga normalnya Rp 4.499.000.

Sayangnya, peredaran ponsel ini harus ditarik karena rupanya Lenovo Zuk Z1 menggunakan sertifikat SDPPI milik Xiaomi Redmi 1S untuk beredar di Indonesia.

Selain bermasalah dengan perizinan, sistem operasi yang digunakan ponsel ini, yaitu Cyanogen OS yang berbasis pada custom Android Cyanogen Mod, sudah dihentikan pengembangannya pada 25 Desember 2016.

Komunitas pecinta Cyanogen Mod kemudian membuat fork dari sistem operasi ini dan melakukan pengembangan terpisah dengan memberi nama Lineage OS.

Saya berencana memasang Lineage OS ke Lenovo Zuk Z1, untuk menggantikan Cyanogen OS bawaan yang berbasis pada Android Lolipop (5.1.1).

Namun sebelum saya memasang Lineage OS, saya menjajal ponsel yang sebenarnya mempunyai spesifikasi cukup tinggi di kelasnya ini.

Fisik dan Kemasan

kemasan Lenovo Zuk Z1
kemasan Lenovo Zuk Z1

Saya menerima perangkat ini dari Didut lengkap dengan kardusnya.

Kardus Lenovo Zuk Z1 berwarna putih terlihat begitu mewah. Material kardusnya juga sangat baik, terbuat dari kardus yang tebal dan pengemasannya rapih.

Logo Zuk tertulis di bagian tengah kardus menambah kesan mewah. Saya suka sekali dengan kemasan kardusnya.

Saat kardus dibuka, unit langsung terlihat. Di balik penahan ponsel, terdapat wadah pendukung, yaitu buku panduan, pengisi daya, dan kabel.

Namun pengisi daya dan kabel saya terima bukanlah pengisi daya bawaan dari ponsel. Pengisi daya yang saya terima dari Didut adalah pengisi daya Vivan Robot Dual Output Charger 2.1A RT-C04.

Perangkat

bagian belakang Lenovo Zuk Z1
bagian belakang Lenovo Zuk Z1

Perangkat seberat sekian gram ini terasa mantab digenggam.

Saya yang terbiasa dengan layar 5,5 inchi langsung bisa nyaman menggenggamnya.

Bahan bingkai Lenovo Zuk Z1 terbuat dari logam, membuat ponsel terasa mewah, meski pada bagian belakang terasa sekali material plastiknya.

Bagian belakangnya bertekstur dof, membuatnya tidak licin saat digenggam.

Bentuknya sekilas memang seperti iPhone 6, namun jika jeli, ponsel ini bisa dengan mudah dibedakan.

Kamera utama 13 MP berada di tengah atas pada bagian belakang ponsel. Lampu kilat ganda terletak di bawah persis di bawah kamera.

Kamera depan sebesar 8 MP berada di atas di samping kanan pengeras suara di bagian depan. Tombol soft button memiliki lampu belakang yang membantu saat kondisi gelap.

soft button dan sensor sidik jari Lenovo Zuk Z1
soft button dan sensor sidik jari Lenovo Zuk Z1

Sayangnya ikon soft button-nya hanya berupa titik, membuat yang tidak terbiasa dengan ponsel Android akan bingung.

Untungnya, penempatan fungsinya standar, yaitu sebelah kanan adalah tombol kembali dan tombol kiri sebagai tombol menu.

Bagian tengah adalah tombol home yanh sekaligus merupakan sensor sidik jari.

Saya pribadi merasa kurang nyaman dengan posisi sensor sidik jari yang berada di tombol home ini.

Saya lebih menyukai sensor sidik jari yang berada di bagian belakang. Tombol volume up, volume down, dan tombol daya berada di samping kanan.

Lenovo Zuk Z1 menggunakan konektor USB-C 3.0 untuk mengisi daya yang berada di bagian bawah tengah. USB-C juga digunakan untuk transfer data dengan kecepatan mencapai 5 Gbps.

Kartu nano SIM ganda dengan model slot yang perlu kunci jarum untuk membuka berada di bagiam kiri. Kedua kartu SIM ndukung jaringan 4G/LTE.

Qualcomm Snapdragon 801 quadcore 2,46 GHz yang didukung dengan RAM 3 GB menjadi otak dari Lenovo Zuk Z1. Ruang penyimpan Lenovo Zuk Z1 sangat lega, yaitu sebesar 64 GB.

Sistem Operasi

informasi sistem operasi Lenovo Zuk Z1
informasi sistem operasi Lenovo Zuk Z1

Saat saya menerima ponsel ini dari Didut, sistem operasi yang terpasang menggunakan Cyanogen OS versi 12.1-YOG4PAS9IG dengan basis Android 5.1.1 (Lolipop) dengan nomor bentukan LMY49J.

Sistem recovery yang digunakan juga masih bawaan Cyanogen. Nantinya sistem recovery ini akan saya ganti dengan menggunakan TWRP demi kelancaran flashing yang akan saya lakukan.

Saya mengaktifkan opsi pengembang terlebih dahulu dengan mengetuk nomor bentukan beberapa kali. Setelah mode pengembang aktif, saya bisa membuka kunci OEM dari menu opsi pengembang.

Keuntungan menggunakan Cyanogen OS adalah sistem operasi ini cukup ramah untuk di-oprek. Ini tentu memudahkan saya saat akan memasang sistem operasi baru nantinya.

Membuka kunci (unlock) bootloader Lenovo Zuk Z1 juga bisa dilakukan dengan menggunakan adb dan fastbooot. Fungsi Android debugging harus aktif untuk bisa membuka kunci dengan cara ini.

Untuk membuka kunci, ponsel harus dalam keadaan fastboot dan dengan kabel USB terpasang, saya memasukkan perintah fastboot oem unlock-go dari console pada MacOS High Sierra berikut ini.

mactriphe:~ matriphe$ fastboot oem unlock
...
FAILED (remote: Need wipe userdata. Do 'fastboot oem unlock-go')
finished. total time: 0.005s
mactriphe:~ matriphe$ fastboot oem unlock-go
...
(bootloader) erasing userdata.
OKAY [  4.572s]
finished. total time: 4.572s
mactriphe:~ matriphe$

Pengalaman Penggunaan

menggenggam Lenovo Zuk Z1
menggenggam Lenovo Zuk Z1

Saya menggunakan Lenovo Zuk Z1 sebagai ponsel utama selama seminggu dengan menggunakan sistem operasi bawaannya, yaitu Cyanogen OS versi 12.1.

Karena sistem operasi yang digunakan sudah terlalu lama, beberapa aplikasi juga menggunakan versi lama. Ada beberapa fitur yang biasanya ada, tidak saya temukan, seperti fitur menampilkan emoji pada papan ketik.

Karena spesifikasinya yang cukup tinggi, ponsel ini masih sangat nyaman untuk digunakan sebagai ponsel utama.

RAM 3 GB yang tertanam masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan aplikasi dan sistem operasi terbaru akan semakin rakus terhadap memori.

Media simpan sebesar 64 GB sangat lebih dari cukup. Sayangnya Lenovo Zuk Z1 tidak mendukung kartu mikro SD tambahan.

Cyanogen OS pada Lenovo Zuk Z1
Cyanogen OS pada Lenovo Zuk Z1

Baterai tanam berkapasitas 4.100 mAh juga cukup untuk penggunaan sehari-hari.

Kamera utama 13 MP dan kamera depan 8 MP yang terpasang juga cukup mumpuni. Aplikasi kamera yang digunakan merupakan aplikasi kamera bawaan Cyanogen OS yang menurut saya sangat terbatas fiturnya.

Layar 5,5 inchi dengan rasio layar ke bingkai mencapai 63,9% sangat nyaman untuk menonton video di Youtube atau bermain game.

Namun menurut saya, warna yang dihasilkan Lenovo Zuk Z1 terlalu vivid, dan terasa kurang natural. Memang gambar jadi terasa lebih tajam, namun warnanya sedikit berlebihan.

Secara keseluruhan, saya suka dengan Lenovo Zuk Z1. Apalagi ponsel ini termasuk ponsel yang ramah untuk di-oprek.

Jika tertarik untuk membeli, ponsel Lenovo Zuk Z1 dijual di Lazada karena di Blibli.com sudah tidak dijual.

Galeri

Artikel ini dipublikasikan pada 17 Januari 2018, sekitar 6 bulan yang lalu. Informasi yang dimuat di artikel ini mungkin sudah tidak akurat.

Ada 3 tanggapan
matriphe! personal blog — Memasang AOSP Extended (AEX) Oreo 8.1 Pada Lenovo Zuk Z1 24 Januari 2018 13:09 WIB

[…] cukup mengeksplorasi Lenovo Zuk Z1, saya akhirnya memasang custom ROM AOSP Extended ke Lenovo Zuk Z1 karena sudah menggunakan Android […]

arif 6 Mei 2018 16:13 WIB

Bang cara daftar cyanogen gmn yah?

arif 6 Mei 2018 16:15 WIB

Bang gmn caranya daftar cyanogen nya,,soalnya banyak kendala nih,

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.