Pengalaman Menggunakan Aplikasi GrabTaxi

Sebenarnya saya cukup jarang menggunakan taksi. Kalau pun menggunakan taksi, saya tak sembarangan menggunakan taksi dengan alasan keamanan dan kenyamanan.

Di Jabodetabek, setidaknya ada sekitar 36 operator taksi yang beroperasi. Dari semuanya, ada beberapa operator yang paling sering saya gunakan, yaitu Express, karena memiliki reputasi yang baik di antara kesekian nama operator taksi “tarif bawah”. Selain Express, pilihan saya lainnya adalah Transcab dan Gamya.

Biasanya saya mencegat langsung di jalan saat membutuhkan taksi. Namun pada saat jam sibuk, mencari taksi menjadi sulit karena armada yang tersedia terbatas. Belum lagi jika daerah tempat saya menunggu bukan daerah yang ramai.

Beberapa hari lalu saya mencoba aplikasi GrabTaxi. Meski aplikasi ini telah resmi diluncurkan di Indonesia pada Juni 2014, saya baru mencobanya. Ini pun setelah melihat berbagai respon positif dari teman-teman yang telah menggunakan aplikasi ini.

Kemudahan Aplikasi GrabTaxi

GrabTaxi di perangkat Android
GrabTaxi di perangkat Android

Pendaftarannya sangat mudah dan cepat. GrabTaxi meminta pengguna memasukkan nama, alamat e-mail, dan nomor telepon. Kemudian sebuah 4 digit angka kode verifikasi dikirim lewat SMS untuk dimasukkan ke dalam aplikasi. Verifikasi nomor ponsel penting karena nomor kita bisa dihubungi langsung oleh pengemudi taksi jika ia memerlukan bantuan untuk menemukan lokasi kita.

Setelah selesai mendaftar, layar akan langsung dibawa ke peta lokasi saya dan ikon-ikon yang menunjukkan armada taksi di sekitar saya. Saya bisa dengan cepat melihat ketersediaan taksi di lokasi sekitar saya.

Di bawah peta lokasi ada form untuk memasukkan lokasi penjemputan dan lokasi tujuan. Kemudian setelah menekan tombol selanjutnya, GrabTaxi akan mengirim pesan broadcast ke taksi-taksi di sekitar lokasi penjemputan, di mana pengemudi taksi melakukan bidding, apakah bersedia mengambil pesanan atau tidak. Jika ada beberapa taksi yang bersedia pengambil pesanan, sistem yang nantinya akan menentukan siapa pengemudi taksi yang berhak mengangkut penumpang atau tidak.

Selanjutnya, aplikasi akan menampilkan layar konfirmasi pesanan. Di sini, pesan khusus kepada pengemudi bisa dikirimkan. Jika memiliki kode voucher, kode tersebut dimasukkan di layar ini pula.

Saya kemudian mencari kode voucher yang bertebaran di Twitter. Lumayan mendapat potongan Rp 15.000 dari tarif argo. Saya mendapat beberapa kode voucher yang ternyata salah satu dari kampaye 8 #WanitaInspiratif. Selain potongan harga sebesar Rp 15.000, dengan menggunakan kode voucher ini saya ikut menyumbangkan Rp 2.500 ke yayasan sosial yang dipilih.

Saya menggunakan kode voucher PUTRISPI, RINDUACT, SILLYBFL, dan INABERBAGI, yang masing-masing saya menyumbangkan Rp 2.500 ke Sekolah Selamat Pagi Indonesia asuhan Putri Tanjung, Aksi Cepat Tanggap oleh Rindu Ade, Blood For Life oleh Valencia Mieke Randa, dan Gerakan Berbagi oleh Ina Madjihan.

Setelah pengemudi taksi ditentukan, GrabTaxi akan memberitahu siapa nama pengemudi taksi, nomor polisi, foto pengemudi, posisi taksi, perkiraan waktu kedatangan, dan perkiraan biaya perjalanan. Saya juga bisa menghubungi pengemudi taksi dengan menekan tombol telepon yang akan melakukan panggilan seluler, atau membatalkan pesanan.

Saya merasa aplikasi ini akan lebih asyik jika menampilkan nama operator taksi beserta nomor lambungnya. Menurut saya, melihat nomor polisi tidak semudah melihat nomor lambung, karena seringkali nomor polisi tak begitu jelas apalagi di malam hari.

Setelah sampai pada tujuan, atau saat penumpang naik ke dalam taksi, si pengemudi akan melakukan konfirmasi melalui aplikasi GrabTaxi khusus pengemudi. Saat perjalanan telah selesai, pengemudi juga akan melakukan konfirmasi telah tiba di tujuan.

Setelah selesai, perjalanan bisa dinilai dengan memberikan angka 1 hingga 5 bintang. Nilai ini nantinya digunakan untuk menentukan reputasi si pengemudi taksi. Makin baik pelayanannya, maka si pengemudi akan makin mudah dipilih oleh sistem untuk mendapatkan penumpang. Secara tidak langsung, penilaian penumpang bisa meningkatkan kualitas layanan taksi.

Melalui aplikasi pula, saya bisa melihat riwayat perjalanan saya. Saya juga menerima bukti transaksi perjalanan yang dikirim lewat e-mail.

Tampilan Aplikasi GrabTaxi

Artikel ini dipublikasikan pada 18 April 2015, sekitar 4 tahun yang lalu. Informasi yang dimuat di artikel ini mungkin sudah tidak akurat.

Ada 2 tanggapan
iKurniawan 29 April 2015 18:15 WIB

Sempet baca tentang aplikasi ini di salah satu media online dan bikin penasaran. Tapi lupa mulu mau coba. Anyway, jadi kita enggak bisa tahu ya itu dari armada apa yang akan jemput kita?
sayang sekali ya
😀

Pengalaman Menggunakan Aplikasi SayTaxi | matriphe! 7 Mei 2015 23:07 WIB

[…] saat di Jakarta saya menggunakan aplikasi GrabTaxi, di Jogja, saya mencoba aplikasi SayTaxi yang secara umum memiliki fungsi yang […]

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.