Pengalaman Menggunakan Aplikasi GrabTaxi

Artikel ini ditayangkan pada 18 April 2015, sekitar 2 tahun yang lalu. Informasi pada tulisan ini mungkin sudah tidak sesuai.

Sebenarnya saya cukup jarang menggunakan taksi. Kalau pun menggunakan taksi, saya tak sembarangan menggunakan taksi dengan alasan keamanan dan kenyamanan.

Di Jabodetabek, setidaknya ada sekitar 36 operator taksi yang beroperasi. Dari semuanya, ada beberapa operator yang paling sering saya gunakan, yaitu Express, karena memiliki reputasi yang baik di antara kesekian nama operator taksi “tarif bawah”. Selain Express, pilihan saya lainnya adalah Transcab dan Gamya.

Biasanya saya mencegat langsung di jalan saat membutuhkan taksi. Namun pada saat jam sibuk, mencari taksi menjadi sulit karena armada yang tersedia terbatas. Belum lagi jika daerah tempat saya menunggu bukan daerah yang ramai.

Beberapa hari lalu saya mencoba aplikasi GrabTaxi. Meski aplikasi ini telah resmi diluncurkan di Indonesia pada Juni 2014, saya baru mencobanya. Ini pun setelah melihat berbagai respon positif dari teman-teman yang telah menggunakan aplikasi ini.

Kemudahan Aplikasi GrabTaxi

pilih taksi di GrabTaxi pilih taksi di GrabTaxi

Saya pun memasang aplikasi GrabTaxi di perangkat Android. Setelah terpasang, saya pun langsung mendaftar agar bisa segera memakainya. Aplikasi ini membutuhkan akses telepon, GPS, dan koneksi internet.

Pendaftarannya sangat mudah dan cepat. GrabTaxi meminta pengguna memasukkan nama, alamat e-mail, dan nomor telepon. Kemudian sebuah 4 digit angka kode verifikasi dikirim lewat SMS untuk dimasukkan ke dalam aplikasi. Verifikasi nomor ponsel penting karena nomor kita bisa dihubungi langsung oleh pengemudi taksi jika ia memerlukan bantuan untuk menemukan lokasi kita.

Setelah selesai mendaftar, layar akan langsung dibawa ke peta lokasi saya dan ikon-ikon yang menunjukkan armada taksi di sekitar saya. Saya bisa dengan cepat melihat ketersediaan taksi di lokasi sekitar saya.

Di bawah peta lokasi ada form untuk memasukkan lokasi penjemputan dan lokasi tujuan. Kemudian setelah menekan tombol selanjutnya, GrabTaxi akan mengirim pesan broadcast ke taksi-taksi di sekitar lokasi penjemputan, di mana pengemudi taksi melakukan bidding, apakah bersedia mengambil pesanan atau tidak. Jika ada beberapa taksi yang bersedia pengambil pesanan, sistem yang nantinya akan menentukan siapa pengemudi taksi yang berhak mengangkut penumpang atau tidak.

Selanjutnya, aplikasi akan menampilkan layar konfirmasi pesanan. Di sini, pesan khusus kepada pengemudi bisa dikirimkan. Jika memiliki kode voucher, kode tersebut dimasukkan di layar ini pula.

Saya kemudian mencari kode voucher yang bertebaran di Twitter. Lumayan mendapat potongan Rp 15.000 dari tarif argo. Saya mendapat beberapa kode voucher yang ternyata salah satu dari kampaye 8 #WanitaInspiratif. Selain potongan harga sebesar Rp 15.000, dengan menggunakan kode voucher ini saya ikut menyumbangkan Rp 2.500 ke yayasan sosial yang dipilih.

Saya menggunakan kode voucher PUTRISPI, RINDUACT, SILLYBFL, dan INABERBAGI, yang masing-masing saya menyumbangkan Rp 2.500 ke Sekolah Selamat Pagi Indonesia asuhan Putri Tanjung, Aksi Cepat Tanggap oleh Rindu Ade, Blood For Life oleh Valencia Mieke Randa, dan Gerakan Berbagi oleh Ina Madjihan.

Setelah pengemudi taksi ditentukan, GrabTaxi akan memberitahu siapa nama pengemudi taksi, nomor polisi, foto pengemudi, posisi taksi, perkiraan waktu kedatangan, dan perkiraan biaya perjalanan. Saya juga bisa menghubungi pengemudi taksi dengan menekan tombol telepon yang akan melakukan panggilan seluler, atau membatalkan pesanan.

Saya merasa aplikasi ini akan lebih asyik jika menampilkan nama operator taksi beserta nomor lambungnya. Menurut saya, melihat nomor polisi tidak semudah melihat nomor lambung, karena seringkali nomor polisi tak begitu jelas apalagi di malam hari.

Setelah sampai pada tujuan, atau saat penumpang naik ke dalam taksi, si pengemudi akan melakukan konfirmasi melalui aplikasi GrabTaxi khusus pengemudi. Saat perjalanan telah selesai, pengemudi juga akan melakukan konfirmasi telah tiba di tujuan.

Setelah selesai, perjalanan bisa dinilai dengan memberikan angka 1 hingga 5 bintang. Nilai ini nantinya digunakan untuk menentukan reputasi si pengemudi taksi. Makin baik pelayanannya, maka si pengemudi akan makin mudah dipilih oleh sistem untuk mendapatkan penumpang. Secara tidak langsung, penilaian penumpang bisa meningkatkan kualitas layanan taksi.

Melalui aplikasi pula, saya bisa melihat riwayat perjalanan saya. Saya juga menerima bukti transaksi perjalanan yang dikirim lewat e-mail.

Tampilan Aplikasi GrabTaxi

Meningkatkan Pendapatan Pengemudi Taksi

profil Raikimal Nelson profil Raikimal Nelson

Selama perjalanan, saya mencoba mengorek keterangan dari pengemudi taksi yang menggunakan GrabTaxi. Biasanya pertanyaan saya seputar, berapa lama telah menggunakan GrabTaxi, keuntungan dan kekurangan menggunakan GrabTaxi, serta beberapa komentar.

Rata-rata pengemudi taksi yang saya naiki baru saja bergabung ke GrabTaxi. Ada yang baru sebulan, ada juga yang baru pasang, namun ada pula yang sudah cukup lama.

Dari sekian komentar setelah bergabung dengan GrabTaxi, semuanya bernada positif dan memberikan keuntungan. Pak Raikimal Nelson misalnya. Pengemudi taksi Express yang berasal dari Padang, Sumatera Barat, yang membawa saya dari kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, ke Cipete, Jakarta Selatan, bercerita dia merasa menyesal karena baru saja bergabung.

Selain keuntungan secara finansial, mudah mendapatkan penumpang dan jelas ke mana akan diantarkan, menjadi alasan lain pengemudi taksi menggunakan GrabTaxi. “Lebih sering dan mudah mendapat penumpang dari GrabTaxi daripada lewat DDS (Digital Dispatching System, sistem pemanggilan taksi lewat call center),” ujar Pak Nelson sambil menunjuk ke perangkat DDS yang terletak di dashboard.

Namun ada pula kekurangan dari GrabTaxi, menurut pengemudinya. “Duitnya tidak bisa langsung dicairkan, harus nunggu setiap minggu,” ujar Pak Mokhamad Syukur, pengemudi taksi Express yang saya tumpangi dari Cipete untuk mengantarkan saya ke Fave Hotel Cideng, di Tanah Abang.

Saat membayar, meski penumpang mendapat potongan, namun uang potongan ini tidak mengurangi uang si pengemudi. Selain masuk ke kantong pengemudi, ia juga mendapatkan bonus yang dibayarkan oleh GrabTaxi.

Semua taksi yang saya peroleh dari GrabTaxi adalah taksi Express. Para pengemudi mengaku mendaftar ke GrabTaxi melalui perusahaan, meski tak semua pengemudi menggunakan GrabTaxi. “Perusahaan sudah bekerja sama dengan Grab Taxi,” sambung Pak Syukur.

Ponsel yang digunakan pengemudi bisa didapat dengan cara menyicil. “Nyicil lewat perusahaan lebih murah daripada nyicil lewat GrabTaxi,” jawab Pak Syukur saat saya tanya tentang ponselnya. Selain mendapatkan ponsel, pengemudi juga mendapat pelatihan untuk mengoperasikan aplikasi GrabTaxi.

Muhammad Zamroni

pengembang web • penyelam scuba • pejalan pemula • peminat perangkat

Jakarta, Indonesia

1 komentar

Artikel ini ditayangkan pada 18 April 2015, sekitar 2 tahun yang lalu. Informasi pada tulisan ini mungkin sudah tidak sesuai.

iKurniawan

29 April 2015 18:15

Sempet baca tentang aplikasi ini di salah satu media online dan bikin penasaran. Tapi lupa mulu mau coba. Anyway, jadi kita enggak bisa tahu ya itu dari armada apa yang akan jemput kita?
sayang sekali ya
:D

Statistik

Telah dibaca 19.560 kali. Waktu baca rata-rata 8 menit. Ada 1 komentar.