Meriahnya Pasar Malam di Temple Street Market

Tulisan ini diterbitkan pada 10 September 2012, sekitar 5 tahun yang lalu. Informasi pada tulisan ini mungkin sudah tidak sesuai.

Suasana begitu meriah. Orang lalu lalang bercampur, baik berkulit kuning atau kulit putih. Belum lagi bunyi klakson mobil dan bus yang lewat di jalan-jalan menambah ramai suasana.

pengunjung Temple Street Market

Saya berjalan menuju Temple Street Market, masih di daerah Jordan, Kowloon, Hong Kong.

Pasar malam yang menempati sepanjang Temple Street ini buka mulai pukul 2 siang, namun mulai ramai selepas senja. Dinamakan Tempel Street karena di tengah jalan ini, tepatnya di Yau Ma Tei, terdapat kuil Tin Hau.

Layaknya pasar malam di Indonesia, ada ratusan lapak pedagang yang menjual berbagai benda, mulai dari arloji, tas, ponsel, aksesoris, makanan, dan baju-baju di kanan-kiri jalan.

Namun jika diperhatikan, kebanyakan benda yang dijual diperuntukkan untuk pria. Makanya pasar malam ini juga dikenal sebagai Men’s Market, berlawanan dengan Ladies Market di Tung Choi Street, Mong Kok yang menjual berbagai barang perempuan.

Saya beberapa kali terpukau melihat benda-benda lucu yang dijual. Ada pak kartu remi yang bergambar beraneka macam, mulai dari gambar legenda Cina hingga gambar bintang-bintang porno Jepang!

Ponsel-ponsel dan aksesoris juga barang dagangan yang cukup banyak dijumpai. Belum lagi jam tangan, flash disk, kaos, celana jeans, pantas saja kalo pasar ini disukai kaum pria. Sepanjang pengamatan saya memang lebih banyak pengunjung pria, terutama turis berkulit putih di pasar ini.

warung makan di Temple Street Market

Di salah satu restoran sea food, terlihat bule-bule tengah bersantap malam sambil ngobrol duduk melingkar di kursi pendek menghadap meja. Botol-botol bir tampak menemani menu makan malam mereka. Suasana sangat ramai.

Selain harga dapat ditawar, keunikan lain di Temple Street Market yang bisa kita temui adalah proses negosiasi dan transaksi tidak terjadi di depan lapak, tapi “ngumpet” di belakang lapak.

Melihat warung-warung makan di jalan ini, saya teringat adegan pada film The God of Cookery yang dibintangi aktor kocak Stephen Chow.

Di film ini dikisahkan Stephen Chow harus berjuang membuktikan dirinya sebagai dewa memasak setelah dikhianati temannya dan hidup di Temple Street yang keras.

Temple Street juga sering menjadi lokasi syuting film bertema gangster karena suasananya yang unik khas Hong Kong jaman dulu.

Benar saja, bila melihat ke atas, kemeriahan pasar akan terasa kontras dengan kesan kumuhnya apartemen-apartemen di atasnya. Ini lah penyebab kenapa saya merasa de javu dengan tempat ini.

Untung saja saya bukan penggemar belanja, sehingga saya masih bisa menahan diri. Jika tidak, saya pasti sudah kalap berbelanja berbagai benda di pasar ini.

Informasi

  • Temple Street Market
    Temple Street, Jordan, Kowloon, Hong Kong
  • Jam buka: 14:00-01:00
  • Akses transportasi
    • MTR: turun di Stasiun Jordan pintu B1 atau Stasiun Pilkeem Street pintu A
    • Bus: turun di halte Temple Street Jordan atau Shanghai Street
  • Peta Google dan pemandangan virtual

Galeri Foto

Muhammad Zamroni

pengembang web • penyelam scuba • pejalan pemula • peminat perangkat

Jakarta, Indonesia

4 Comments

Tulisan ini diterbitkan pada 10 September 2012, sekitar 5 tahun yang lalu. Informasi pada tulisan ini mungkin sudah tidak sesuai.

[...] kenyang, kami melanjutkan perjalanan menuju ke Temple Street Market yang terletak sekitar satu blok di belakang warung Ah [...]

Ceritaeka

14 September 2012 10:47

Jadi kamu beli apa, Zam? Eh kartu posnya kata suamiku udah sampe. Cuma aku belum liat. Ma kasih yaaa.

Harry

20 Juli 2016 11:35

Mas, ini serius buka sampe jam 1 dini hari? (even hari Kamis?) pls info, thank you.

[…] kenyang, kami melanjutkan perjalanan menuju ke Temple Street Market yang terletak sekitar satu blok di belakang warung Ah […]

Statistik

Telah dibaca 0 kali. Waktu baca rata-rata 4 minutes. Ada 4 komentar. Dibagikan 0 kali ke media sosial.