Kereta Gantung (Schwebebahn) Wuppertal

4 minutes 39 4

Sudah lama sebenarnya saya penasaran sama kereta gantung, yang dalam Bahasa Jerman disebut Schwebebahn, yang ada di Wuppertal, Jerman.

Schwebebahn Wuppertal

Saya pertama kali mengetahui moda transportasi ini dari serial Amazing Places di kanal YouTube Tom Scott, yang kini beliau memutuskan pensiun setelah 10 tahun berkarir di YouTube.

Pada 22 Januari 2026 lalu, saya akhirnya berkunjung ke Wuppertal untuk naik kereta gantung tertua yang masih aktif di dunia ini.

Saat saya berkunjung, kereta gantung ini tengah merayakan ulangtahunnya yang ke-125, di mana kereta gantung dengan sistem monorail ini pertama kali beroperasi pada tahun 1901.

Sistem transportasi ini dirancang oleh Eugen Langen, insinyur yang bersama dengan Nicolaus Otto mengembangkan mesin 4-tak.

Pada masa itu, Wuppertal adalah kawasan industri padat di lembah sempit Sungai Wupper. Membangun rel kereta konvensional di darat akan memakan banyak ruang yang sudah penuh pabrik dan bangunan.

Langen pun mempunyai ide jenius untuk membangun jalur rel tergantung yang menyusuri jalur Sungai Wupper.

Tidak hanya menjadi solusi transportasi kota, kereta gantung yang juga menjadi ikon kota ini, tetap menjadi tulang punggung transportasi 350 ribu warga Wuppertal.

rel kereta gantung di atas Sungai Wupper

Panjang total jalur kereta gantung ini sekitar 13,3 kilometer, dan sebagian besar mengikuti dan berada di atas Sungai Wupper, dengan total 20 stasiun.

Perjalanan dari ujung ke ujung, dari Vohwinkel di barat hingga Oberbarmen di timur, memakan waktu sekitar 30 menit.

Pada masa Perang Dunia Kedua, sebagian jalur kereta gantung ini hancur karena bom.

Namun, jalur kereta gantung yang hancur itu berhasil dibangun kembali, dan hingga kini terus mengalami modernisasi, seperti penggantian kereta dengan generasi terbaru yang lebih nyaman dan hemat energi.

Meski begitu, struktur rel dan baja klasiknya tetap dipertahankan sebagai warisan sejarah.

Kota Wuppertal berada di negara bagian NRW (North Rhine-Westphalia), Jerman bagian barat.

Dari Berlin, saya naik kereta cepat ICE yang memakan waktu sekitar 5 jam, karena jaraknya sekitar 520 kilometer.

Pada musim liburan, kereta gantung ini banyak dinaiki oleh turis juga.

Meski Jerman termasuk salah satu negara yang aman, sebaiknya tetap waspada akan adanya copet yang beraksi di sini, terutama saat kereta gantung ini penuh.

8 responses
  1. Gravatar of Evi
    Evi

    Kalau saja di Jakarta bisa dibagun kereta gantung, solusi macet mungkin bisa teratasi ya Bang

    Gravatar of Muhammad Zamroni
    Muhammad Zamroni

    di Jakarta ada banyak cara lain sih. misalnya, dengan menambah jalur MRT/LRT, TransJakarta dan Jaklingko, hingga mengintegrasikan dengan kawasan urban, rasanya lebih cocok.

  2. Gravatar of fanny Nila - dcatqueen.com
    fanny Nila - dcatqueen.com

    uwaaaaahhhh kalau di sana aku juga mau naiiiiiiik ^o^… seruu iiih…. kereta gantung versi lebih modern drpd cable car yg biasa ya mas 😀 dan lebih gede juga, bisa muat lebih banyak….

    Gravatar of Muhammad Zamroni
    Muhammad Zamroni

    karena memang transportasi umum. macam kalo kita berkunjung ke tempat lain, terus nyobain transportasi umumnya.

  3. Gravatar of Nohirara Swadayana
    Nohirara Swadayana

    Selain di Wuppertal, ternyata ada dua kota lain di Jerman yang menerapkan sistem serupa: Düsseldorf dan Dortmund.

    Namun, satu hal yang menarik perhatian saya di antara keduanya adalah sistem kereta tunggal (monorail) di Technische Universität Dortmund. Saya salut kepada institusi pendidikan yang memiliki sistem transportasinya tersendiri, apalagi jika menggunakan kereta tunggal. 😀

    Video di Düsseldorf: https://youtu.be/NeYTtlXywUI
    Video di Dortmund: https://youtu.be/9Kwpj1UOrhs

    Gravatar of Muhammad Zamroni
    Muhammad Zamroni

    oh, saya juga nyobain kereta gantung (H-bahn) tersebut yang di TU, Dortmund. kebetulan ada teman yang jadi dosen di sana, dan saya sempat diajak berkeliling kampus naik H-bahn. mungkin lain kali akan saya ceritakan juga.

    namun yang ada di TU Dortmund dan Bandara Düsseldorf merupakan kereta gantung baru, bukan yang tua seperti di Wuppertal.

  4. Gravatar of Blogombal
    Blogombal

    Beruntung saya pernah naik ini di kota kecil itu

    Gravatar of Muhammad Zamroni
    Muhammad Zamroni

    wah, paman ternyata udah duluan!

Tinggalkan Balasan

This article has been published on 22 Februari 2026 (2 bulan ago). The information provided here might not be accurate.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses