Kontes Musik Eurovision 2021

18 minutes 0 5

Saya sebenarnya bukan orang yang mengikuti acara kontes musik, walau beberapa kali menonton acara tersebut baik saat audisi atau penjurian di Youtube.

Biasanya jika ada penyanyi yang viral atau ada drama tertentu, saya baru melihat videonya.

Namun ada satu acara kontes musik yang dulu sempat saya ikuti, meski saya agak telat mengetahuinya, karena selera musiknya agak masuk dengan selera musik saya.

Electroma pemenang The Remix 2016

Acara tersebut adalah The Remix 2016, yang merupakan acara kedua dan terakhir yang ditayangkan di NET.

Kompetisi musisi EDM (electronic dance music) tersebut dijuarai oleh grup Electroma yang beranggotakan Kenny Gabriel sebagai komposer dan Dewi Gita sebagai penyanyi.

Sayang sekali grup musik ini tidak ada lagi kabarnya setelah acara tersebut berakhir.

Dari penampilan grup musik Electroma di acara tersebut, lagu terfavorit saya adalah saat mereka membawakan lagu Takkan Terganti karya Yovie Widianto dan Dekat di Hati dari grup musik RAN saat tampil di Grand Final.

Sejak acara The Remix tersebut, saya tidak pernah mengikuti lagi acara kompetisi musik.

Hingga pada Sabtu, 22 Mei 2021 lalu, saya tidak sengaja melihat tagar #eurovision yang lewat di timeline Twitter saya.

Karena penasaran, saya klik tagar tersebut dan baru lah saya tahu tentang acara Eurovision Song Contest yang tengah tayang malam itu.

Eurovision Song Contest

logo Eurovision Song Contest 2021, Rotterdam

Sebagai warga baru, saya baru tahu tentang acara kompetisi bergengsi yang jadi salah satu “tontonan wajib” warga Eropa ini.

Tentunya tontonan ini bukan paksaan seperti saat saya diwajibkan menonton film G30S/PKI pada saat saya masih SD, namun semacam acara wajib ditonton karena memiliki nilai prestisius tertentu.

Saya membayangkan jika terlewat menonton ini, besok paginya, saat semua orang membincangkan acara ini, merasa jadi orang paling terintimidasi karena tidak mengerti apa yang tengah diperbincangkan.

Untung ada internet, kini acara tersebut bisa dilihat ulang di Youtube kapan pun.

Kembali ke soal Eurovision atau sering disingkat dengan ESC (Eurovision Song Contest).

Rupanya acara ini merupakan acara tahunan yang digelar sejak tahun 1956 oleh EBU (European Broadcasting Union) yang menampilkan kontestan mewakili negara-negara Uni Eropa setelah Perang Dunia Kedua.

Hingga saat ini, ada sekitar 40 negara, termasuk Israel dan (anehnya) Australia, ikut serta dalam acara kontes tahunan ini.

panggung Eurovision Song Contest 2021

Setiap negara menampilkan satu lagu untuk ditampilkan dalam kontes untuk mewakili negaranya.

Dulu, lagu-lagu yang ditampilkan di acara ini biasanya berlirik bahasa mereka, namun kini semua lagu boleh ikut, yang mana akhirnya banyak lagu berlirik Bahasa Inggris.

Jerman sejak penampilan awal biasanya selalu membawakan lagu berbahasa Jerman, namun sejak 2002, lagu-lagu yang mewakili Jerman sudah berbahasa Inggris, atau campuran bahasa Inggris dan Jerman.

Acara yang disiarkan dari jaringan televisi dan radio (serta kini internet) ini meski tidak terlalu terdengar di luar Eropa, ternyata menjadi acara terbesar selain acara kompetisi olah raga.

Dengan penonton lebih dari 200 juta, acara yang meski banyak menuai kritik, terutama kualitas suara penyanyi, musik, dan penampilan panggung yang megah ini, mampu menjadi magnet setidaknya penonton di Eropa.

Beberapa penyanyi terkenal lahir dari kompetisi ini, salah satunya grup musik Abba dari Swedia, juara Eurovision Song Contest pada tahun 1974 dan Céline Dion, penyanyi Kanada yang mewakili Swiss pada tahun 1988.

Open Up

logo Eurovision Song Contest 2021: Open Up

Saya agak terlambat mengetahui acara ini, namun kemudian malah mengikuti acara yang hampir selesai hingga lewat tengah malam dan masuk dalam tahap penjurian melalui live streaming dari Youtube.

Acara yang diselenggarakan di Rotterdam, Belanda ini merupakan acara yang awalnya hendak diselenggarakan pada tahun 2020, namun karena pandemi, akhirnya diundur.

Tema “Open Up” diusung pada acara ini, yang diambil dari rencana tema pada tahun 2020 yang batal.

Yang membuat saya sedikit terkejut adalah, orang-orang boleh berkumpul di dalam satu ruang tertutup, tanpa mengenakan masker.

Rupanya panitia penyelenggara memiliki pertimbangan lain, di mana pada tanggal 29 April 2021, pemerintah Belanda membolehkan acara berlangsung dengan syarat seluruh peserta, kru, dan penonton harus memiliki hasil tes negatif Covid-19.

lokasi tes Covid-19 Eurovision Song Contest 2021

Apalagi hingga saat ini, proses vaksinasi sudah mulai banyak, sehingga ada harapan bahwa pandemi ini bisa terkendali.

Saya sendiri melihat bahwa penyelenggaraan acara ini bisa menjadi harapan “open up” di mana satu per satu kehidupan mulai dibuka kembali, sesuai dengan tema acara.

Meski begitu, ada beberapa peserta yang akhirnya tidak dapat tampil secara langsung, dan harus masuk isolasi dan digantikan dengan rekaman.

Peserta yang tidak dapat tampil secara langsung adalah dari Islandia, Daði og Gagnamagnið, di mana salah satu anggotanya positif Covid-19.

Juga pemenang Eurovision Song Contest 2019 yang harusnya tampil pada acara Grand Final, tidak dapat tampil karena alasan yang sama.

Ada 26 negara yang tampil di acara yang dimulai pada pukul 21.00 dan berlangsung selama 4 jam ini.

Negara-negara peserta kali ini adalah Siprus, Albania, Israel, Belgia, Rusia, Malta, Portugal, Serbia, Inggris, Yunani, Swiss, Islandia, Spanyol, Moldova, Jerman, Finlandia, Bulgaria, Lituania, Ukraina, Prancis, Azerbaijan, Norwegia, Belanda, Italia, Swedia, dan San Marino.

Penjurian dan Pemenang

klasemen Eurovision Song Contest 2021 setelah penjurian

Yang membuat saya terkejut dan takjub adalah pada saat penjuriannya, di mana hasilnya sungguh sangat di luar dugaan.

Meski saya ketinggalan penampilan para peserta, namun saya sempat melihat rekapitulasi penampilan seluruh peserta.

Dari keseluruhan penampilan, hampir semua lagu memiliki ciri yang sama, yaitu nuansa schlager atau musik-musik tekno khas Eropa, namun ada beberapa yang mengambil jalur klasik atau beraliran cadas.

Saya sendiri suka dengan musik yang sangat populer ini, namun bukan berarti warga Eropa juga suka.

Sistem penilaian di Eurovision Song Contest menggunakan sistem juri dan pemungutan suara publik (televoting) yang mulai diterapkan pada tahun 2016.

Menariknya, setiap juri dari 40-an negara bisa memberikan nilai 12 ke negara peserta lain, tidak harus dari negara mereka.

Tentu saja, sistem ini menuai kritik, karena ada unsur politis, misal si juri tidak akan memberikan suara ke negara rival atau selalu memberikan ke negara koalisi, misalnya.

para pembawa acara Eurovision Song Contest 2021

Saya menyaksikan sendiri bagaimana sistem penjurian ini bekerja, di mana selera juri bisa jadi jauh berbeda dengan selera publik, yang mana sangat mempengaruhi hasil.

Orang Eropa sepertinya sangat fair dengan pilihan mereka, di mana jika wakil dari negara mereka tidak memuaskan, mereka tidak akan memilih untuk negaranya.

Sebaliknya, jika penampilan wakil negara lain sangat bagus, mereka tidak segan-segan memberikan suara mereka kepadanya.

Saat juri selesai memberikan penilaiannya, klasemen 5 besarnya adalah Swiss di urutan pertama, disusul Prancis di posisi kedua, Malta di urutan ketiga, Italia di posisi keempat, dan Islandia.

Gjon’s Tears dari Swiss dan Barbara Pravi dari Prancis mulai diwawancara oleh pembawa acara tentang apa yang akan mereka lakukan jika seandainya mereka juara.

Kedua kontestan ini sama-sama membawakan lagu beraliran klasik berbahasa Prancis, di mana Gjon’s  Tears membawakan lagu berjudul Tout l’Univers dan Barbara Pravi membawakan lagu berjudul Voilà.

Gjon’s Tears wakil dari Swiss

Jawaban-jawaban mengharukan keluar dari kedua peserta lengkap dengan adegan air muka menahan haru.

Suara dan teknis menyanyi kedua peserta mungkin memukai juri-juri, namun acara belum selesai.

Situasi berubah sangat dramatis setelah hasil dari pemilihan publik masuk, yang menurut saya benar-benar menunjukkan selera publik.

Yang menyedihkan, 4 negara di urutan terakhir, tidak mendapatkan nilai sama sekali, alias mendapat nilai 0.

Negara-negara yang tidak mendapat nilai tersebut adalah Inggris di urutan terakhir, Jerman, Spanyol, dan tuan rumah Belanda.

Mendengar ini, para penonton dan sesama kontestan memberikan semangat dengan sorak sorai dan tepuk tangan.

vokalis Blind Channel, wakil dari Finlandia

Saat tiba giliran Finlandia untuk diumumkan nilainya, tiba-tiba saja posisi pertama langsung direbut oleh negara ini karena nilai yang dihasilkan dari televoting sangat tinggi.

Grup musik Blind Channel yang membawakan lagu rock berbahasa Inggris berjudul Dark Side yang mengingatkan saya akan grup musik Linkin Park ini mampu memikat hati warga Eropa.

Namun tak lama, ketika Ukraina menggeser Finlandia dengan penampilan Go_A dengan lagu berbahasa Ukraina, Shum (Шум) yang meski kental dengan musik tekno bercampur namun unsur tradisional.

Penampilan Go_A sempat ramai diperbincangkan oleh warganet di Twitter karena kelompok ini dinilai membawakan musik yang unik.

Islandia sepertinya tidak terima, dan langsung merebut posisi pertama dari Ukraina setelah lagu berjudul 10 Years yang dibawakan Daði og Gagnamagnið berirama dance elektronik 80-an meraih nilai tinggi dari publik.

grup musik Daði og Gagnamagnið wakil Islandia

Italia, yang sejak awal masuk 5 besar, rupanya diam-diam melawan.

Grup musik rock and roll Måneskin yang membawakan lagu berbahasa Italia, Zitti e buoni, meraih angka paling tinggi dan terus bertahan hingga membawa mereka juara.

Publik Eropa sepertinya sudah jenuh dengan musik-musik schlager dan ingin menjadikan tahun 2021 adalah tahun rock and roll.

Saya sedikit sedih dengan Swiss, yang sejak awal digadang-gadang bakal menang karena banyak dipilih juri, akhirnya tersingkir dan menempati posisi ketiga di bawah Prancis.

Namun itulah kompetisi, dan seperti yang dibilang oleh pembawa acara sejak awal, semua bisa berubah.

Dengan kemenangan ini, sesuai tradisi Eurovision Song Contest, lokasi selanjutnya adalah di Italia.

Bravo Italia!

Måneskin

juara Eurovision Song Contest 2021: Måneskin

Kelompok musik Måneskin, yang berasal dari Roma, ini digawangi oleh vokalis Damiano David, bassist Victoria De Angelis, gitaris Thomas Raggi, dan drummer Ethan Torchio.

Nama Måneskin berarti “cahaya bulan” dalam Bahasa Denmark (Danish), yang dicetuskan oleh Victoria, personel perempuan berdarah Denmark ini saat grup ini mengikuti kompetisi musik lokal, Pulse.

Måneskin juga sering tampil mengamen di jalanana di seputar Colli Portuensi.

Di Eropa, pengamen memang biasanya bagus-bagus suara dan penampilannya, dan menjadi salah satu cara untuk menampilkan bakat mereka.

Grup ini melejit setelah menempati posisi kedua kontes X Factor Italia pada tahun 2017.

Måneskin menerima piala Eurovision Song Contest 2021

Saat jumpa pers setelah pengumuman pemenang, Victoria yang lebih sering mewakili teman-temannya menjawab pertanyaan jurnalis dengan cerdas dan diplomatis.

Termasuk pertanyaan menyentil misal pendapat mereka tentang kesan acara yang dianggap cheesy, hingga komentar tentang Inggris yang tidak mendapat nilai sama sekali.

Pada acara ini, Damiano juga menyangkal tentang tuduhan penggunaan narkoba yang ditanyakan oleh seorang jurnalis Swedia.

Saat ditanya tentang sistem penjurian yang memenangkan mereka, Victoria menjawab bahwa tanpa mengurangi rasa hormat terhadap juri, ia merasa bahwa selera publik dan juri bisa berbeda.

Publik, terutama fans, dianggap sebagai faktor utama dalam kesuksesan sebuah kelompok musik, dan terbukti dengan perolehan suara publik yang bisa mengubah keputusan.

Video Peserta

Dari 26 penampilan, saya menyukai beberapa penampilan kontestan yang tampil di acara tahunan megah bergengsi ini.

Beberapa di antaranya karena memang musiknya menurut saya bagus dan penampilannya menarik.

Saya menyukai lagu 10 Years dari grup musik Daði og Gagnamagnið dari Islandia yang menurut saya asyik dan berbeda dari peserta lainnya.

Penampilan mereka juga menurut saya unik, terutama kibor berbentuk lingkaran terbagi tiga mereka yang bila bersatu bisa berbentuk lingkaran utuh.

Selain Islandia, saya juga suka dengan penampilan dari Manizha yang mewakili Rusia saat membawakan lagu Russian Woman yang gaya-gayanya mirip dengan lagu Missy Elliot.

Saya suka penampilannya lebih karena lagu berirama schlager berpadu dengan petikan mandolin dan terompet yang membuat lagu berbahasa Rusia yang ia nyanyikan terdengar asyik.

Penampilan grup musik Go_A dari Ukraina juga menurut saya menarik.

Meski suara penyanyi Kateryna Pavlenko terdengar unik, namun aliran musik elektro-folk mereka memang terdengar asyik.

Tak heran jika banyak yang suka dan menjadikan grup musik ini berada di posisi kelima di Eurovision Song Contest 2021 ini.

Tentu saja, penampilan juara kontes, Måneskin memang layak untuk ditonton, karena lagu Zitti e Buoni terdengar sangat asyik untuk menghentakkan kaki.

Sementara penampilan dari Jendrik yang mewakili Jerman dengan lagu I Don’t Feel Hate, meski musiknya cukup asyik dan sangat ngepop, sayangnya penampilan panggungnya sungguh hadeh.

Bukan karena penampilan si penyanyi utama, namun karena kostum penyanyi latarnya yang menggunakan kostum berbentuk jari.

Sayang sekali, padahal jika kostum jari tersebut tidak digunakan, mungkin nilai yang diperoleh Jendrik tidak begitu buruk.

Sementara penampilan James Newman yang membawakan lagu Embers memang terasa sangat biasa dan tidak ada istimewa dibanding peserta lainnya.

Maka tidak heran jika Inggris tidak mendulang nilai satu pun, baik dari juri maupun publik.

Siaran ulang acara ini bisa ditonton di kanal Youtube Eurovision Song Contest berikut ini.

Kredit

Seluruh foto dan logo diambil dari materi media yang tersedia di situs resmi Eurovision.

Sementara video disemat dari kanal Youtube Eurovision Song Contest.

5 responses
  1. Gravatar of Jagawana Kimi
    Jagawana Kimi

    Waktu teman Plurk nyebut-nyebut Eurovision, aku kira ini pertandingan sepakbola. Wkwkwkwk.

  2. Gravatar of The Essentialist 🍿
    The Essentialist 🍿

    Eurovision dari dulu memang ajang musik bergengsi Eropa. Celine Dion dari Canada salah satu “lulusan” nya 😃 Eh iya Australia apa nyambung dengan kata Euro-nya ya?😆

  3. Gravatar of morishige
    morishige

    Wah, kompetisi ini ada beneran to? Tak kira fiktif. Saya denger nama Eurovision pas nonton filmnya Will Ferrell. Dan ternyata penggambaran Eurovision di film itu nggak jauh beda sama acara aslinya. 😀

  4. Gravatar of Bayu Kurniawan
    Bayu Kurniawan

    10 years enak.. haha
    Ngingetin saya sama lagu2nya NOTD. Meskipun agak beda alirannya.

    Kalau nggk ditulis kontes musik. Aku malah nggehnya EuroVision itu ajang pameran teknologi Eropa.

  5. Gravatar of ainun
    ainun

    baca ini jadi diingetin lagi sama mas zam, aku suka tontonan kompetisi musik yang di NET itu mas zam, malah sempet lupa kalau nama acaranya adalah the remix, dari yang zamannya rini idol sama suaminya itu. aku sendiri suka musik musik EDM kayak gini.

    nah kalau eurovision malah baru tau, mungkin kalau ga dijelasin dan aku ga buka tagar di twitter, aku akan berpikir sama kayak mba kimi, pertandingan bola hahaha

Tinggalkan Balasan

This article has been published on 25 Mei 2021 (1 bulan ago). The information provided here might not be accurate.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.