Yang Harus Diperhatikan Saat Membeli Drone

9 minutes 17 2

Salah satu gadget yang masuk dalam daftar keinginan saya adalah, drone alias pesawat nirawak yang umumnya terbang dengan menggunakan baling-baling yang bisa dikendalikan dari jarak jauh untuk melakukan fungsi tertentu.

memilih drone di Amazon

Tentu saja alasan utamanya adalah saya bisa mengambil foto dari udara yang tentunya akan luar biasa hasilnya.

Meski sebenarnya drone juga bisa digunakan untuk keperluan lain, seperti di bidang pertanian, pembuatan film, bahkan di bidang militer dan keamanan.

Dari sekian banyak jenis drone yang ada, ada beberapa fitur dan aspek yang perlu diketahui dan dipertimbangkan untuk mendukung kebutuhan.

Saya kemudian melakukan riset kecil-kecilan untuk mendapatkan drone terbaik yang saya gunakan sebagai catatan saya jika suatu saat saya perlu membeli drone.

Dalam hal ini, drone yang saya maksud adalah drone rekreasional, yang memiliki kamera untuk mengambil foto dan video.

Fitur Drone

kamera drone, foto oleh Jakob Owens di Unsplash

Buat saya, fitur drone adalah pertimbangan utama dalam memilih drone sebelum memutuskan untuk membeli gadget terbang ini.

Pertama-tama yang harus dipertimbangkan adalah fitur pengendaliannya, apalagi untuk pemula seperti saya yang belum pernah menerbangkan drone, fitur-fitur semacam auto landing dan auto take off akan sangat membantu saya.

Selain itu, drone yang dilengkapi dengan fitur navigasi GPS menjadi hal yang sepertinya mutlak diperlukan, terutama supaya si drone bisa mengetahui posisinya dan bisa pulang ke pemiliknya, atau setidaknya si pilot bisa melacak keberadaan si drone.

Kapasitas baterai juga menjadi pertimbangan, karena kapasitas baterai ini menjadi penentu waktu terbang si drone.

Daya tahan baterai drone biasanya mencapai 15-30 menit saat berada di udara, dan bila ingin menggunakan drone lebih lama, drone yang bisa ditambahkan baterai cadangan tentu memiliki nilai lebih yang layak dipertimbangkan.

Fitur terakhir yang perlu diperhatikan adalah kamera, karena menurut saya ini adalah fitur paling vital dari sebuah drone.

Seperti layaknya memilih kamera, kamera pada drone juga dilihat dari kualitas foto atau video yang dihasilkan, misalnya resolusinya, jenis video yang dihasilkan, apakah kameranya sudah terintegrasi atau bisa dilepas, dan sebagainya.

Jenis Drone

drone RTF, foto oleh Aaron Burden di Unsplash

Ada berbagai jenis drone rekreasional yang dijual yang sering membuat bingung dalam menentukan pilihan.

Dari sekian banyak jenis dan model, drone bisa dikategorikan dalam tiga jenis pengoperasiannya.

Pertama adalah drone ready to fly (RTF), di mana drone ini sudah siap terbang kapan saja selama baterainya terisi daya.

Drone RTF ini biasanya sudah memiliki controller sehingga tidak perlu banyak memerlukan persiapan, di mana selama baling-balingnya terpasang, drone akan langsung terbang.

Kedua adalah almost ready to fly (ARF), di mana drone jenis ini perlu perakitan lebih lanjut, terutama menambahkan antena pemancar dan penerima, kamera, dan baterai.

Jenis drone ini biasanya digunakan untuk yang ingin melakukan kustomisasi drone, misal menggunakan kamera yang lebih baik, atau baterai berdaya yang lebih besar.

Drone BNF atau bind and fly, adalah drone yang sudah dirakit lengkap, namun biasanya controller dijual terpisah.

Memilih controller untuk drone jenis ini perlu memperhatikan protokol dan frekuensi yang digunakan oleh si drone agar bisa saling berkomunikasi.

Jarak Jangkauan Drone

jangkauan terbang drone, foto oleh William Bayreuther di Unsplash

Jarak jangkauan juga penting dalam pemilihan drone, yang mana secara umum drone rekreasional bisa mencapai 20 meter, 300 meter, bahkan ada yang bisa terbang sejaun 1 kilometer.

Tentunya makin tinggi si drone terbang, makin buruk kualitas sinyal pengendali drone, yang berpotensi si drone hilang kendali dan hilang atau jatuh.

Apalagi jika menerbangkan drone di kawasan yang banyak gedung tinggi, sehingga sinyal pengendalian bisa terganggu.

Sebagai pemula, membeli drone yang jangkauannya tidak terlalu jauh, misal 20 meter akan lebih aman, karena jika misal si drone hilang kendali atau jatuh, drone tersebut bisa dengan mudah ditemukan.

Di sini fitur GPS dan autopilot akan sangat membantu, karena si drone bisa kembali ke titik awal jika misal ia kehilangan sinyal pengendali atau baterai sudah hampir habis secara otomatis.

Harga

pilihan drone dan harganya di Amazon

Ada harga, ada rupa tentunya.

Drone dengan fitur yang lengkap tentu akan membuat kocek yang dirogoh semakin dalam.

Selain itu, drone keluaran dari jenama yang terkenal reputasinya juga tentu berbeda harga dengan drone dari jenama yang kurang terdengar.

Melihat-lihat rentang harga untuk menyesuaikan anggaran bisa dilakukan dengan mudah dengan membuka situs-situs belanja online.

Untuk pemula yang ingin belajar menerbangkan drone, membeli drone dengan fitur dasar tentu sangat disarankan, karena harganya sangat terjangkau.

Seiring bertambahnya jam terbang, membeli drone dengan fitur lain atau melakukan upgrade bisa dilakukan kemudian.

Portabilitas

portabilitas drone, foto oleh Steven Erixon di Unsplash

Jika memungkinkan, pilih drone yang mudah untuk disimpan dan dibawa bepergian.

Tentu karena keterbatasan jarak, jika ingin menerbangkan drone atau mengambil foto atau video pada daerah tertentu, membawa drone yang sangat besar atau tidak ringkas, akan sangat menyusahkan.

Demikian dengan penyimpanan, karena jika drone tidak disimpan dengan layak, gadget ini akan mudah rusak karena ada beberapa perangkat yang cukup sensitif dan harus diperlakukan dengan hati-hati.

Belum lagi berbagai aksesoris lain seperti kabel, baling-baling cadangan, pengisi daya, hingga baterai cadangan.

Jika memungkinkan, pilih drone yang ukurannya kecil, ringan, atau bisa dilipat, sehingga selain menghemat ruang penyimpan, membawanya juga tidak repot.

Peraturan Drone

dilarang menerbangkan drone, foto oleh Jonathan Kemper di Unsplash

Sebelum membeli atau menerbangkan drone, sebaiknya perlu mengetahui dan membaca dengan teliti aturan tentang menerbangkan drone.

Di Jerman, ada aturan ketat tentang menerbangkan drone, misalnya area-area tertentu yang dilarang, mengantongi izin dan lisensi menerbangkan drone untuk ukuran dan berat tertentu, serta jarak terbang yang diperbolehkan.

Tentu tidak menyenangkan jika ternyata drone yang kita beli dianggap terlalu besar ukurannya dan jangkauannya tidak masuk dalam kriteria yang diperbolehkan terbang.

Di beberapa area bahkan ada petugas yang siap menembak jatuh drone yang nekat terbang di wilayah yang dilarang.

Selain risiko drone hilang atau rusak, kemungkinan ada konsekuensi lain yang harus ditanggung, misal membayar denda atau menjalani hukuman tertentu.

2 responses
  1. Gravatar of Zizy Damanik
    Zizy Damanik

    Saya sempat tertarik membeli drone. Tapi kemudian setelah dipikir lagi karena nanti mungkin saya gak akan maksimal pakainya, ya sudah batal. Sayang duite, hahaha..
    Punya suami ada, dulu. Tapi kemudian sudah rusak, saya tidak ingat pula rusaknya kapan, yang pasti saat dibawa kerja begitulah.

  2. Gravatar of fanny_dcatqueen
    fanny_dcatqueen

    Sbnrnya aku pengeeeeeen banget mas. Apalagi banyak temenku yg traveler, udh punya, dan hasil foto2 dari atas itu keren2 … Tapiiii aku mikir juga sih. Lah punya kamera DSLR aja abis beli ga sering dipake hahahahahaha. Sampe kepikiran mau aku jual, saking jarangnya dipake. Lah apalagi drone. Yg pemakaiannya aja terbatas , makin ga kepake :p.

    Ya sudahlaaah, cukup menikmati hasil foto dari drone temen2 aja 😀

Tinggalkan Balasan

This article has been published on 16 Januari 2021 (9 bulan ago). The information provided here might not be accurate.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.