Mencoba Layanan e-Mail Hey.com

Layanan baru Hey.com sedang ngetren dan jadi perbincangan, setidaknya di kalangan penikmat teknologi.

e-mail balasan dari Hey.com berisi kode undangan
e-mail balasan dari Hey.com berisi kode undangan

Basecamp, perusahaan teknologi yang melahirkan beberapa perangkat lunak yang mendukung produktivitas, serta framework aplikasi Ruby on Rails, yang digunakan oleh Github, merilis produk terbarunya, Hey.com, sebuah layanan e-mail yang diklaim mengubah cara menggunakan dan memperlakukan e-mail.

Hey.com diluncurkan dengan melalui undangan terbatas, dan mulai menerima pengguna baru pada 15 Juni 2020, seperti yang dicuitkan pendiri sekaligus CEO Basecamp, Jason Fried.

Namun peluncuran tersebut tidak berlangsung sangat lancar, karena sempat terjadi drama dan perselisihan terkait masalah komisi dari biaya pembayaran yang dikutip oleh Apple sehingga aplikasi Hey.com ditolak dari App Store.

Saya sendiri sempat mengajukan permintaan undangan pada 15 Juni 2020, dengan mengirimkan surel ke alamat [email protected] dengan menceritakan alasan kenapa ingin mendapatkan layanan tersebut.

Seminggu kemudian, saya mendapatkan kode undangan dari Hey.com pada 23 Juni 2020.

Kini, pengguna bisa membuat akun di Hey.com tanpa menggunakan undangan sejak 25 Juni 2020.

Namun perlu diingat, layanan ini tidaklah gratis. Pengguna perlu merogoh kocek sebesar $99 per tahun untuk menggunakan layanan ini.

Setelah mendaftar, pengguna bisa mencoba selama 14 hari untuk kemudian memutuskan apakah akan melanjutkan berlanggana penggunaan e-mail, atau berhenti.

Saya teringat zaman dahulu, ketika e-mail masih langka dan untuk mendapatkannya, pengguna harus berlangganan layanan ini ke ISP.

Apa Bedanya Hey.com?

Secara lengkap bisa dibaca di halaman fitur Hey.com, bahkan Jason Fried, sang pendiri dan CEO Basecamp memberikan video tur singkat tentang fitur-fitur dan bagaimana Hey.com bekerja.

Berikut ini beberapa fitur utama yang ditawarkan, sekaligus komentar saya setelah menggunakan beberapa fitur Hey.com selama beberapa hari.

Saya menggunakan aplikasi Android Hey.com untuk mengakses akun Hey.com saya.

Hey.com juga tersedia dalam aplikasi iOS, macOS (format DMG), Windows, dan Linux.

Seleksi Awal

fitur The Screener
fitur The Screener

Fitur ini merupakan fitur awal yang harus diset setelah menggunakan akun Hey.com.

The Screener akan bertanya kepada saya apakah saya mau menerima e-mail dari alamat ini saat menerima pertama kali.

Jika saya menjawab ya, maka e-mail akan masuk ke Imbox (singkatan dari Importan Box), menu utama dari Hey.com di mana seluruh e-mail penting berada.

The Screener sekilas seperti penapis spam, namun saya bisa lebih memilih e-mail dari siapa yang saya anggap penting dan mana yang saya anggap tidak begitu penting dan bisa saya lihat nanti.

Fitur ini sebenarnya bisa juga diatur sendiri, dan hampir seluruh layanan e-mail seperti Gmail dan Yahoo memiliki fitur ini.

Hanya saja secara tampilan dan rancangan antarmukanya, patut diacungi jempol. Mengelola dan menapis e-mail tidak pernah semudah ini.

Namun tentu saja, menurut saya, langkah seleksi di awal ini rasanya kurang menarik untuk layanan berbayar.

Apalagi banyak layanan, misal Gmail yang bisa secara otomatis menyeleksi dan menyodorkan e-mail mana yang penting untuk kita.

Saya juga bertanya-tanya, ke mana e-mail yang saya tandai dengan tanda jempol ke bawah alias No itu berada.

Rupanya daftar seleksi e-mail yang saya tolak berada di menu tersembunyi, yang harus saya klik dari halaman profil dan pengaturan, bertajuk Screen History atau lewat tombol utama bergambar logo Hey.com dan masuk ke menu Screened Out.

E-mail yang masuk dalam daftar Screened Out akan dihapus setelah 90 hari tidak ada respon.

Imbox

Imbox dan kategorisasi
Imbox dan kategorisasi

Imbox atau Important Box adalah lokasi di mana seluruh e-mail penting muncul.

Di Imbox sendiri, e-mail bisa dikategorisasikan menjadi tiga, yaitu Imbox itu sendiri, The Feed, dan Paper Trail.

Namun lagi-lagi pengkategorisasian ini harus dilakukan secara manual, di mana saat membuka e-mail, saya ditanya hendak memasukkan e-mail ini ke kategori mana.

Secara singkat, Imbox digunakan untuk e-mail yang berasal dari orang yang penting dan memerlukan perhatian dan balasan, sementara The Feed adalah e-mail yang berasal dari newsletter atau informasi terbaru dari layanan yang dilanggani, dan terakhir adalah Paper Trail yang isinya adalah informasi notifikasi atau pemberitahuan penting dari transaksi.

Di satu sisi, pengkategorisasian secara manual cukup penting, apalagi kadang pengkategorisasian oleh mesin tidak sesuai dengan yang kita harapkan.

Hey.com bisa mengemas proses kategorisasi ini dengan mudah dan nyaman, hal yang menurut saya patut diapresiasi.

Melakukan kategorisasi ini juga cukup sekali, yaitu dengan masuk ke e-mail yang akan dikategorisasikan, lalu menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Hey.com, apakah e-mail ini dari seseorang, dari newsletter yang bersifat pemberitahuan, atau sesuatu yang bersifat transaksional.

Ada juga fitur Aside yang mirip dengan fitur menandai dengan bintang (starred) atau menambahkan bendera (flagged).

Fitur ini berfungsi untuk menandai e-mail penting dan menyisihkannya dari tumpukan e-mail di Imbox, karena suatu hal, misalnya e-mail tiket penerbangan atau itinerary dari perjalanan.

Tidak Ada Notifikasi

opsi menyalakan notifikasi Hey.com
opsi menyalakan notifikasi Hey.com

Hey.com secara default tidak mengirimkan notifikasi apa pun saat ada e-mail masuk, karena menurut Hey.com, mereka tidak ingin pengguna teralihkan perhatiannya pada saat penting.

Memang benar, kadang notifikasi yang masuk membuat perhatian saya saat melakukan sesuatu teralihkan, dan itu cukup mengganggu, apalagi saat dicek, rupanya e-mail tidak penting.

Akan tetapi, notifikasi bisa diaktifkan untuk e-mail tertentu atau berasal dari alamat tertentu, sehingga notifikasi yang masuk hanya yang benar-benar ditunggu atau dibutuhkan.

Meski tidak ada notifikasi yang masuk, saya bisa melihat e-mail yang belum saya baca dengan mudah dan hanya jika saya menginginkannya.

Imbox memisahkan secara jelas mana e-mail yang belum dibaca dan mana yang sudah, tentunya setelah melalui proses seleksi oleh The Screener.

Ini cukup sesuai dengan kebiasaan saya, terutama saat menggunakan ponsel.

Saya mematikan notifikasi e-mail di ponsel saya dan hanya mengecek jika saya ingin saja.

Berbeda dengan saat saya bekerja dengan laptop, saya menyalakan seluruh notifikasi e-mail, di mana saya sering menerima notifikasi e-mail dari hal-hal yang menurut saya tidak begitu penting.

Mengatur Percakapan

fitur mengubah judul percakapan Hey.com
fitur mengubah judul percakapan Hey.com

Sejak diperkenalkan oleh Gmail, balas membalas e-mail dalam model percakapan atau utas (thread) sudah menjadi hal yang umum.

Namun tentu saja, kadang orang yang terlibat seringkali merusak daftar percakapan, misalnya karena penggunaan e-mail client yang tidak mendukung fitur ini, atau berbagai hal.

Judul e-mail yang biasanya menjadi topik bahasan bisa juga tidak mencerminkan isi percakapan dan membingungkan.

Apalagi ada tambahan “Re: Re: Re:” atau “Balasan: Re: Re:” di bagian judul, membuat percakapan dalam e-mail sulit ditemukan.

Hey.com mengatasi hal ini dengan fitur menyunting judul percakapan.

Pengubahan judul ini hanya terjadi di sisi pengguna Hey.com, yang tujuannya untuk memudahkan si pengguna untuk menemukan topik bahasan di percakapan.

Tidak hanya di percakapan, judul e-mail juga bisa diubah, misal pengirim e-mail lupa menyertakan judul atau judul tidak sesuai.

Fitur yang menarik untuk urusan percakapan di Hey.com adalah fitur menggabungkan percakapan.

fitur menggabungkan percakapan di Hey.com
fitur menggabungkan percakapan di Hey.com

Ini menarik karena misal saya menerima percakapan yang terputus atau rusak, saya bisa menggabungkan e-mail yang tercerai dan terpisah ini menjadi satu kembali.

Selain itu, jika misalnya saya mengirim e-mail ke beberapa orang dengan tema yang sama, namun tetap ingin berada di satu percakapan, saya bisa menggabungkannya ke satu percakapan.

Namun perlu hati-hati, sekali dua percakapan digabung menjadi satu, pecakapan tersebut tidak dapat dipisah kembali.

Hey.com akan meminta konfirmasi tindakan ini untuk mencegah pengguna menggabungkan percakapan secara tidak sengaja.

Penggabungan percakapan ini hanya terjadi di sisi pengguna Hey, di mana si lawan bicara tetap menerima balasan dan bisa membalas seperti biasa, tanpa tahu bahwa balasannya digabung menjadi satu dengan yang lainnya.

Juga ada fitur Bundles, di mana saya bisa menggabungnya beberapa e-mail serupa, misal e-mail notifikasi yang tidak masuk dalm Paper Trail, atau dari seseorang yang sering mengiri e-mail.

Tampilan Imbox pun jadi lebih rapih dan ringkas.

Balas Nanti

fitur Balas Nanti Hey.com
fitur Balas Nanti Hey.com

Kadang saat menerima e-mail, kita tidak ingin membalas walau sebenarnya cukup penting, namun tidak mempunyai waktu.

Hey.com memberikan fitur Reply Later, yang mana jika menggunakan ini, e-mail akan masuk ke daftar tunggu yang nanti bisa kita lihat dan balas saat punya waktu.

Saya jarang sekali menggunakan fitur ini, dan hampir setiap saya membuka aplikasi Hey.com di ponsel, bisa dipastikan saya punya waktu untuk membalas e-mail yang masuk.

Ini mungkin berfungsi untuk orang yang memerlukan waktu khusus untuk membalas e-mail dengan balasan yang perlu dipikirkan baik-baik, misal kontrak bisnis atau hal-hal lain yang membutuhkan ketenangan pikiran.

Saya membayangkan seorang bos akan membuka Imbox secara singkat, melihat sekilas e-mail yang masuk, lalu membalas e-mail yang bisa dibalas saat itu, namun akan membalas nanti e-mail tertentu.

Fitur ini memastikan bahwa seluru e-mail penting terjawab dan tidak ada yang terlewat hanya karena lupa.

Namun karena saya bukan bos, maka saya belum terlalu membutuhkan fitur ini.

Fitur Lainnya

Dari sekian banyak fitur, masih banyak fitur lain yang ditawarkan Hey.com namun belum saya coba.

Misalnya fitur mensenyapkan percakapan yang tidak diinginkan, di mana misalnya saya dilibatkan dalam suatu topik pembicaraan yang saya sendiri tidak mengerti atau tidak ingin terlibat, namun selalu disertakan dalam alamat tujuan pengiriman.

Selain itu, menurut saya, fitur menambahkan catatan pada percakapan e-mail juga saya rasa menarik untuk dicoba, misal saat hendak membalas e-mail, saya perlu menyiapkan beberapa pertanyaan untuk dijawab.

Kesimpulan

halaman undangan Hey.com
halaman undangan Hey.com

Hey.com menawarkan solusi yang menarik untuk masalah-masalah dalam penggunaan e-mail.

Antarmukanya juga ringkas, intuitif, nyaman, dan menarik untuk digunakan, terutama aplikasi ponselnya.

Meski begitu, saya sempat kebingungan dengan tampilan antarmuka yang baru ini, namun dokumentasi dan panduan di situs dan videonya, membuat saya cepat beradaptasi dan menggunakan.

Lalu apakah saya bersedia membayar sebesar $99 per tahun untuk Hey.com?

Menurut survei yang sempat saya gulirkan di Twitter, 100% menyatakan memilih layanan gratis.

Saya pun sependapat, meski sangat puas dengan segala fiturnya, saya ogah merogoh kocek untuk membayar solusi dari masalah yang sebenarnya bukan masalah.

Selain itu, saya juga enggan memindahkan seluruh e-mail saya yang sudah bertahun-tahun saya miliki ke e-mail baru, meski saya bisa mengatur e-mail forwarding.

Untuk strategi marketing, Hey.com cukup lihai mengemas dan menunjukkan “masalah” dari e-mail yang sudah hadir selama bertahun-tahun.

Buktinya, banyak orang yang penasaran dan penasaran untuk mencoba, termasuk saya.

Namun menurut saya, langkah Hey.com yang mematok harga di awal untuk fitur yang sebenarnya tak penting-penting amat, rasanya kurang menggigit.

Beberapa orang nampaknya cukup punya banyak waktu luang mengkritisi masalah yang dibuat oleh tim marketing Hey.com dan membuat parodi layanan Hey.com dengan membuat Bye.fyi yang memiliki slogan yang cukup membuat saya tersenyum geli, get less email by never receiving it in the first place, nobody has time for it.

Andai Hey.com mematok memberikan gratis layanannya dengan beberap fitur dasar, dan mematok biaya untuk beberapa fitur tambahan, rasanya akan lebih masuk akal.

Saya sendiri membayar layanan Google untuk mendapatkan ruang penyimpanan yang lebih besar untuk Gmail karena saya merasa butuh.

Mungkin memang saya bukan target konsumen Hey.com, karena merasa masalah yang disampaikan Hey.com bukan lah suatu masalah yang harus saya bayar untuk menyelesaikannya.

Artikel ini dipublikasikan pada 28 Juni 2020, sekitar 3 bulan yang lalu. Informasi yang dimuat di artikel ini mungkin sudah tidak akurat.

Ada 5 tanggapan
snydez 29 Juni 2020 16:50 WIB

belum kepikiran bayar email hosting segitu
sementara email di hosting sendiri aja ga kepake banget :d

Muhammad Zamroni 29 Juni 2020 18:37 WIB

generasi Squirrelmail/Roundcube ini pastik 🤭

Jarwadi MJ 29 Juni 2020 20:02 WIB

saya juga iseng daftar
jebul hanya gratis untuk 14 hari
selebihnya bayar amat mahal

Anggie 29 Juni 2020 21:28 WIB

Lah, saya pake squirrelmail aja puas, hahaha.

morishige 4 Juli 2020 21:53 WIB

Di paragraf pertama, saya sempat tertarik buat coba karena namanya lucu. Tapi pas tahu ternyata berbayar, langsung berubah pikiran. Ini gmail sama ymail aja masih turah-turah, Kang. 😀

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.