Mencoba Gutenberg, Penyunting Teks Terbaru WordPress

3 minutes 138 4
Saat membuka halaman dasbor blog ini, saya mendapat notifikasi tentang Gutenberg, sebuah penyunting teks terbaru yang mulai diujicobakan sebelum menjadi fitur utama di WordPress versi 5.
tampilan Gutenberg, penyunting teks terbaru WordPress
Gutenberg diambil dari nama Johannes Gutenberg, penemu mesin cetak dengan metode movable type yang menjadi tonggak sejarah literasi dunia. Saya segera mencoba fitur baru ini. Karena masih dalam tahap uji coba, Gutenberg harus dipasang sebagai plug-in. Setelah memasang dan mengaktifkan, saya segera menuju ke menu pembuatan tulisan baru. Tampilan Gutenberg langsung terlihat bersih dan kontras dengan tampilan penyunting yang lama. Di Gutenberg, seluruh elemen penulisan dianggap sebagai blok, di mana masing-masing blok ini bisa diset atributnya secara masing-masing.
elemen blok di Gutenberg
Blok bisa paragraf, gambar, judul, galeri gambar, daftar urutan, kutipan, berkas audio, gambar utama, berkas lainnya, subjudul, dan video. Menyisipkan gambar, mengganti gaya, jenis, dan ukuran huruf bisa dilakukan dengan mudah dari penyunting. Blok juga bisa diatur warna latarnya, warna depan (warna huruf), berikut dengan mode tampilan huruf pertama yang besar. Urutan paragraf juga bisa digeser ke atas atau ke bawah dengan mudah, yaitu dengan menekan tombol caret ke atas atau ke bawah. Tampilan bilah samping juga terlihat lebih ringkas. Elemen bilah dibedakan antara tab blok dan tab dokumen. Tanggal penerbitan, tag, kategori, penulisan cuplikan (excerpt) diletakkan di tab dokumen. Namun ada beberapa bug yang saya temukan di Gutenberg. Saya mendapatkan pesan kesalahan updating failed, di mana dugaan saya, fungsi penyimpan otomatisnya tidak dapat berjalan normal. Jika saya menekan tombol penyimpan secara manual, fungsi penyimpan berjalan normal. Bug lain yang cukup mengganggu adalah tampilan pratinjau yang tidak berfungsi. Saat saya hendak mencoba melihat tayangan tulisan sebelum mempublikasikan, tampilannya hanya menampilkan tulisan please wait, generating preview. Dugaan saya karena tema blog ini yang belum mendukung Gutenberg. Saya harus menambahkan dukungan Gutenberg ke tema Meng yang saya gunakan ini. Saya sendiri awalnya agak tergagap dengan perubahan ini. Namun sepertinya saya akan tetap menggunakan penyunting lama terlebih dulu sembari melakukan pengubahan agar tema blog mendukung Gutenberg dan juga nantinya WordPress 5. Sudahkan Anda mencoba Gutenberg?
6 responses
  1. Gravatar of Dirman
    Dirman

    Sewaktu notifikasi gutenberg terlihat setelah update core, saya ragu untuk mencoba, mas. Jadi sementara saya lewati dulu untuk saat ini. Dan menemukan pengalaman ini, mudah-mudahan fitur ini di dukung para developer theme/plugin lainnya, untuk menyesuaikan ya mas. Salam kenal 🙂

    Gravatar of Muhammad Zamroni
    Muhammad Zamroni

    saya memasang yang versi plug-in, bukan yang versi core. dengan plug-in, saya bisa menonaktifkan Gutenberg dengan mudah.

  2. Gravatar of uthie
    uthie

    aku mau dong diinstalin ini. xD

    Gravatar of Muhammad Zamroni
    Muhammad Zamroni

    tinggal pasang saja dari plug-in: Gutenberg lalu aktifkan

  3. Gravatar of snydez
    snydez

    kemaren udah download, belom nyoba (karena belum ada postingan baru 😀 )

  4. Gravatar of wildan fauzy
    wildan fauzy

    saya sudah coba gan, keren emang gutenberg tapi belum terbiasa saja.

Tinggalkan Balasan

This article has been published on 5 Agustus 2018 (3 tahun ago).

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.