Mengurus Klaim Asuransi CAR Prevensia di RS Awal Bros Bekasi

Sejak hari Kamis, 12 April 208, kondisi badan saya menurun. Ditambah mengurusi permasalahan dengan aturan P2TL yang semena-mena dan merugikan dari PLN membuat kondisi badan menjadi makin tidak sehat.

Awalnya saya mengalami migren, kemudian saat malam badan meriang. Saya sempat meminta kerokan ke istri saya agar badan lebih membaik.

Saya sebenarnya sangat jarang sakit, jika sakit pun, paling beristirahat sejenak atau kerokan, badan bisa kembali fit.

Namun saat itu udah hampir 3 hari badan tidak membaik. Apalagi setiap malam, saya merasa demam dan nggreges. Khawatir terkena tifus, saya pun memutuskan mengunjungi dokter pada Minggu, 15 April 2018 menjelang senja saat merasa temperatur badan mulai hangat.

Awalnya saya menuju ke Klinik DK, yang lokasinya cukup dekat dengan rumah. Apalagi fasilitas kesehatan tingkat pertama saya di BPJS adalah klinik ini.

Namun rupanya Klinik DK Bekasi pada hari Minggu, tutup. Menyebalkan sekali, karena namanya sedang sakit, pergi ke klinik yang kemudian tutup, rasanya seperti ditolak gebetan.

Saya kemudian teringat bahwa saya memegang polis asuransi CAR Prevensia Medlinx yang disediakan kantor.

Namun karena saya hampir tidak pernah sakit, saya tak pernah sekali pun menggunakan asuransi kesehatan yang disediakan kantor. Begitu juga dengan BPJS Kesehatan, saya tiap bulan membayar premi tapi belum pernah merasakan manfaatnya.

Saya pun mencari lokasi klinik atau rumah sakit yang bekerja sama dengan asuransi CAR Prevensia Medlinx dan menemukan RS Awal Bros Bekasi, di daftar rumah sakit rekanan. Karena searah, saya pun memutuskan melanjutkan ke RS Awal Bros Bekasi.

Berobat di RS Awal Bros Bekasi

di klinik umum RS Awal Bros Bekasi
di klinik umum RS Awal Bros Bekasi

Karena hari Minggu, dan sudah sore, maka pendaftaran rawat jalan umum sudah tutup. Saya pun mendaftar di bagian IGD yang buka 24 jam.

Setelah melakukan konfirmasi bahwa asuransi CAR Prevensia Medlinx diterima di RS ini, saya pun mendaftar untuk ditangani dokter umum.

Asuransi CAR Prevensia Medlinx menanggung biaya berobat dengan cara reimbursement, di mana pasien harus melakukan klaim untuk penggantian biaya berobat.

Untuk menggunakan layanan ini, pasien sebaiknya menyiapkan formulir klaim dari CAR Prevensia Medlinx yang nantinya menjadi dokumen penting saat klaim, karena formulir ini ada bagian yang harus diisi oleh dokter yang menangani, di mana berisi tentang penyakit si pasien.

Karena saya baru pertama kali menggunakan asuransi ini dan awalnya tidak berniat menggunakan asuransi ini, saya tentu tidak membawa formulir yang dimaksud.

Setelah mendaftar, saya tidak mendapat kartu pasien seperti pada umumnya. Alasannya, mesin cetak kartu sedang rusak. Alasan yang sungguh aneh untuk rumah sakit sekelas RS Awal Bros Bekasi, apalagi biaya pendaftaran yang cukup mahal, Rp 45.000.

Saya kemudian menuju klinik umum. Saat saya datang, klinik sepi dan saya menunggu perawat datang. Saya kemudian dilayani oleh perawat sembari menunggu dokter datang ke klink.

Oleh perawat, saya ditimbang, diukur tinggi badan, diukur tekanan darah, dan ditanya keluhan apa yang saya rasakan.

hasil pemeriksaan darah negatif
hasil pemeriksaan darah negatif

Saya ditangani oleh dr. Anita Janetthe Apriyanti dan dokter melakukan ritual pemeriksaan seperti biasa.

Dokter menyimpulkan bahwa saya hanya kurang minum, dan kemungkinan besar kecapekan.

Dokter Janetthe menawarkan apakah saya mau periksa darah untuk memastikan tifus atau tidak, dan saya memilih sekalian melakukan periksa darah, agar lebih yakin.

Saya kemudian dirujuk ke laboratorium untuk melakukan pemeriksaan darah.

Pemeriksaan darah yang dilakukan adalah CBC+DIFF untuk memeriksa kelainan yang terjadi pada darah dan Widal untuk memeriksa keberadaan bakteri Salmonella typhi penyebab tifus.

Setelah menunggu selama kurang lebih 1 jam, hasil pemeriksaan pun keluar. Saya dinyatakan negatif dari tifus dan hasil pemeriksaan darah saya termasuk normal.

Saya diberi 3 macam obat, yaitu penurun panas Sanmol diminum 4× sehari, suplemen Imboost diminum Force 1× sehari sesudah makan, dan antibiotik Cefixime diminum 2× sehari.

Seluruhnya saya perlu merogoh kocek hingga Rp 460.000! Rinciannya adalah sebagai berikut.

Biaya administrasi Rp 45.000
Biaya konsultasi dokter Rp 90.000
Pemeriksaan CBC+DIFF Rp 100.000
Pemeriksaan Widal Rp 110.000
Sanmol tablet 500 mG 12 tablet Rp 4.633
Suplemen Imboost Force 5 tablet Rp 43.557
Cefixtime 200 mG 10 kapsul Rp 66.825
Total Rp 460.015

Proses Klaim

kartu asuransi CAR Prevensia Medilinx dan tanda terima pengajuan klaim asuransi
kartu asuransi CAR Prevensia Medilinx dan tanda terima pengajuan klaim asuransi

Hari Senin, 16 April 2018, saya mengajukan klaim dengan menyerahkan formulir dari CAR Prevensia Medlinx ke bagian Rekam Medis RS Awal Bros Bekasi untuk diisi oleh dr. Anita Janetthe Apriyanti.

Karena saat itu dokter Janetthe tidak masuk karena malamnya sudah menyelesaikan tugas, saya diberi informasi kemungkinan dokter baru masuk hari Selasa, 17 April 2018, dan formulir bisa diambil pada hari Rabu, 18 April 2018.

Saya mendapat sebuah tanda terima dan pihak RS memberi pesan jika saya sendiri yang mengambil formulir tersebut, saya diminta menyertakan fotokopi KTP saya.

Jika misal orang lain yang mengambil formulir tersebut namun namanya tercatat dalam satu KK (Kartu Keluarga) dengan saya, maka fotokopi KTP saya, fotokopi KTP orang yang mengambil, dan fotokopi KK wajib disertakan.

Jika yang mengambil formulir adalah orang lain yang tidak terdaftar dengan KK saya, maka saya wajib memberikan surat kuasa, memberikan fotokopi KTP saya dan fotokopi KTP orang tersebut.

Hari Rabu siang, istri saya menelepon ke RS Awal Bros Bekasi di nomor 021 886 8888 ekstensi 190 untuk mengkonfirmasi apakah formulir bisa diambil atau belum. Rupanya menurut pihak Rekam Medis, formulir belum diisi oleh dokter yang berasangkutan.

Hari Kamis, 19 April 2018, istri saya kembali menelepon ke RS Awal Bros Bekasi untuk menanyakan formulir tersebut, dan kami mendapat berita mengejutkan, yaitu dr. Anita Janetthe Apriyanti sudah mengundurkan diri dari RS tersebut.

formulir klaim yang ditandatangani RS Awal Bros Bekasi
formulir klaim yang ditandatangani RS Awal Bros Bekasi

Lalu bagaimana dengan nasib formulir klaim saya? Menurut pihak RS Awal Bros Bekasi, hari Senin, 23 April 2018, dr. Anita Janetthe Apriyanti akan mengurus administrasi, dan pihak RS Awal Bros menjanjikan akan meminta dokter tersebut mengisi formulir saya.

Jika misal formulir tersebut diisi oleh dokter lain, pihak RS Awal Bros Bekasi meminta biaya sebesar Rp 50.000 yang nantinya dibayar melalui kasir.

Saya tidak tahu biaya ini untuk apa, karena rekaman medis saya kan seharusnya sudah ada, tinggal menyalin saja dan memberikan stempel untuk bukti ke pihak asuransi bahwa pemegang klaim benar-benar dirawat di rumah sakit tersebut.

Hingga akhirnya pada tanggal 26 April 2018, saya mendapat kepastian, setelah berulang kali menelepon bagian rekam medis. Formulir klaim saya bisa diambil.

Sore harinya saya segera mendatangi RS Awal Bros Bekasi dan langsung menuju bagian rekam medis. Setelah menyerahkan tanda terima beserta fotokopi KTP, saya duduk menunggu beberapa menit, lalu petugas datang membawa buku yang harus saya isi.

Saya membuka amplop yang berisi formulir klaim saya dan melihat nama dr. Anita Janetthe Apriyanti tertulis di situ.

Saya pun tidak perlu membayar uang apa pun dan ketakutan saya karena perbedaan nama dokter di klaim asuransi yang bisa menimbulkan masalah pun sirna.

Namun saya merasa proses klaimnya yang sangat lama, hampir 2 minggu untuk mendapatkan formulir klaim yang telah diisi oleh dokter.

Mengirim Dokumen Klaim

mengirim dokumen dengan Go-Send
mengirim dokumen dengan Go-Send

Karena saya baru mendapatkan formulir klaim sore hari, saya baru bisa mengirimkan dokumen tersebut esok paginya.

Waktunya yang mepet, kurang dari 2 minggu, membuat saya was-was. Apalagi tanggal 27 April 2018 adalah hari Jumat.

Saya pun menggunakan layanan Go-Send Same Day Delivery untuk mengirim dokumen tersebut ke kantor, untuk kemudian urusan klaim ke CAR Prevensia diurus oleh kantor.

Saya memesan Go-Send pada pukul dokumen pada pukul 09:30 WIB, dokumen diambil oleh Pak Mirdi dari layanan Go-Send pada pukul 10:15 WIB, dan menurut aplikasi, dokumen saya sampai di kantor pada pukul 16:00 WIB.

Menerima Uang Klaim

Uang klaim saya terima dari kantor melalui metode transfer pada tanggal 22 Mei 2018. Uang yang diganti rupanya tidak penuh. Dari jumlah Rp 460.000, uang yang dikembalikan hanya sebesar Rp 280.000.

Saya merasa kecewa dengan layanan ini. Bagaimana tidak, prosesnya yang cukup ribet, di mana pasien saat berobat harus mengisi form klaim yang harus diisi oleh dokter atau rumah sakit.

Kemudian untuk saya harus menunggu proses klaim selama hampir sebulan untuk menerima uang klaim yang jumlahnya tidak penuh.

Artikel ini dipublikasikan pada 25 Mei 2018, sekitar 5 bulan yang lalu. Informasi yang dimuat di artikel ini mungkin sudah tidak akurat.

Ada 2 tanggapan
Ranger Kimi 26 Mei 2018 10:17 WIB

Ribet yaaaa… Eh terus kok itu gak diganti semuanya duitnya, Mas? Mayan juga tuh selisihnya.

Muhammad Zamroni 26 Mei 2018 11:05 WIB

masih lebih enak pake BPJS, ga ribet dan gratis, selama berobat di faskes pertamanya sesuai.. tapi ku belum pernah nyoba BPJS, sih..

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.