Pengalaman Nonton Film di Kota Cinema Mall, Jatiasih, Bekasi

Pada 1 Juni 2017, sebuah jaringan bioskop baru, Kota Cinema Mall membuka bioskop pertamanya di Jatiasih, Bekasi.

bagian dalam Kota Cinema Mall bagian dalam Kota Cinema Mall

Saya dan istri penasaran untuk mencoba pengalaman menonton di bioskop ini. Film Spider-Man: Homecoming menjadi pilihan kami untuk ditonton di sini.

Untuk melihat jadwal, kami merasa kesulitan karena tidak ada situs yang bisa dicek jadwalnya. Jadwal tersedia di Twitter @kotacinemall dan Instagram @kotacinemall. Cukup merepotkan.

Kami menonton pada tanggal 17 Juli 2017. Menuju bioskop yang beralamat di Jl. Parpostel No. 85-86, Jatiasih ini, butuh kewaspadaan ekstra.

Jalan yang sempit, rusak di beberapa titik, dan tentu saja macet, bagi orang yang tidak tinggal di kawasan Jatiasih merasa tempat ini terpencil.

Meski begitu, tak perlu berkecil hati. Peta Google telah menyantumkan Kota Cinema Mall, sehingga lokasi ini bisa dicapai dengan lebih mudah.

Kota Cinema Mall sepertinya memang membidik pasar di daerah suburban. Apalagi jika dilihat dari jarak, untuk menonton di bioskop, warga sekitar Jatiasih harus menempuh jarak yang jauh ke Mal Metropolitan, Mega Bekasi, atau Bekasi Cyber Park yang memiliki bioskop.

Karena masih baru, masih terlihat beberapa bagian masih dalam perbaikan. Lokasi parkir yang luas, menjadi nilai plus untuk bioskop ini.

kawasan pujasera Kota Cinema Mall kawasan pujasera Kota Cinema Mall

Begitu keluar dari tempat parkir, kawasan pujasera yang berada di outdoor menyambut kami. Ada sekitar 20 kios yang buka menawarkan beraneka ragam makanan. Di depannya, terdapat panggung kecil yang bisa digunakan untuk berbagai keperluan.

Kami masuk ke dalam gedung yang bagian depannya tertutup kaca. Kaca memang membuat gedung terlihat begitu modern. Karena kami datang pada malam hari, lampu-lampu penerangan nampak membuat gedung terlihat lebih cantik.

Penggunaan kaca juga bisa menjadi trik untuk mengurangi penggunaan listrik dengan memanfaatkan penerangan alami. Gedung yang menghadap ke barat, membuat sinar matahari yang masuk pun rasanya tak begitu terik, karena bioskop mulai beroperasi pada siang hingga malam hari.

Di luar dugaan, bioskop sudah ramai walau tidak terkesan penuh. Sambil menunggu, penonton bisa duduk-duduk di meja dan kursi yang tersedia banyak. Kursi dan meja di kawasan pujasera juga bisa digunakan jika ingin menunggu di luar.

Saat kami datang, Kota Cinema Mall baru memiliki 2 studio berkapasitas 112 orang. Karena film yang diputar merupakan film unggulan, kami mendapat jadwal menonton pukul 19:15 WIB, meski kami tiba pada sekitar pukul 18:30 WIB.

tiket Kota Cinema Mall tiket Kota Cinema Mall

Tiketnya berupa kertas yang dicetak menggunakan thermal printer pada kertas polos tanpa logo apa pun. Kemungkinan karena masih baru, urusan branding pada tiket masih belum terlalu perlu, toh pada tiket tertera semua informasi penting, yaitu judul film, nomor studio, jam tayang, dan nama bioskop.

Harga tiketnya masih termasuk murah. Untuk hari biasa, tiket dijual seharga Rp 25.000, untuk hari Jumat seharga Rp 30.000, dan hari Sabtu, Minggu, dan hari libur, tiket dijual seharga Rp 40.000.

Di dalam bioskop terdapat counter Boxmeal yang menjual makanan jepang, semacam sushi, takoyaki, okonomiyaki, hingga ayam goreng tepung. Jika ingin makan es gelato, tinggal menuju ke kios Geko Gelato yang berada di dekat tangga ke lantai atas.

Sambil menunggu, kami mencoba membeli minuman. Saya memesan kopi hitam panas seharga Rp 12.000 dan istri saya memesan blended hazelnut seharga Rp 17.000. Makanan dan minumannya pun masih terbilang murah bila dibandingkan dengan harga makanan dan minuman di jaringan bioskop lainnya.

tempat duduk di Kota Cinema Mall tempat duduk di Kota Cinema Mall

Tak saya sangka, kopi hitamnya bukanlah kopi instan, namun kopi yang dibuat dengan menggunakan mesin kopi. Biji kopi yang digunakan adalah kopi arabica yang terasa sekali aromanya.

Kami naik ke atas dan duduk di salah satu sudutnya. Kami duduk di atas di hiasan dedaunan yang mengimbangi nuansa interior gedung yang penuh dengan kayu, kaca, dan logam.

Di lantai atas terdapat kursi dan meja yang sepertinya memang dikonsep untuk tempat makan dan minum. Rasanya akan semakin keren jika para penonton yang makan dan minum di sini sadar diri dengan tidak meninggalkan sampah di meja dan membuang sendiri sampahnya.

Tak lama, terdengar pengumuman bahwa pintu Studio 1 tempat kami akan menonton telah dibuka. Kami masuk dalam ruangan yang terasa cukup kecil, jika dibandingkan dengan bioskop lain yang pernah kami kunjungi.

Ada delapan baris kursi, dan kami duduk di tengah, di baris nomor D10-D11. Kursinya sangat nyaman dan enak. Posisinya cukup tinggi, bahkan terasa sangat tinggi, membuat saya justru merasa sangat nyaman dan tidak pegal melihat ke arah layar.

Meski kecil, studio berkapasitas 112 orang ini menggunakan perangkat audio dan proyektor yang terbaru. Untuk audio, studio di Kota Cinema Mall sudah menggunakan Dolby Surround 7.1.

Kami merasa puas menonton di Kota Cinema Mall. Konsepnya yang menarik, menggabungkan bioskop, pujasera, dan panggung hiburan menjadikan namanya cocok menggunakan “mall”.

Menurut informasi, Kota Cinema Mall akan menambah bioskopnya di Makassar, Batam, Pontianak, Banjarmasin, Malang, dan beberapa kota lain.

Muhammad Zamroni

pengembang web • penyelam scuba • pejalan pemula • peminat perangkat

Jakarta, Indonesia

0 komentar

Statistik

Telah dibaca 110 kali. Waktu baca rata-rata 6 menit. Ada 0 komentar.