Mencoba MapBox, Layanan Peta Cantik

Di kantor, kami sering mengolah data ber-geolokasi yang sangat banyak. Mengolah dan menganalisis data-data ini sangat menantang. Salah satu tantangan yang harus kami hadapi adalah bagaimana menampilkannya di peta, sehingga lebih mudah dibaca dan “ramah manusia”.

peta-mapbox
peta-mapbox

Kami sebelumnya menggunakan Google Maps untuk peta. Namun setelah berdiskusi, kami memutuskan mencoba MapBox, layanan peta berbasis OpenStreetMap – sebuah proyek kolaboratif untuk membuat peta dunia yang bebas disunting dan diunduh – dan menampilkannya dengan cantik. Kita suka yang cantik-cantik, bukan?

MapBox telah digunakan oleh Foursquare dan beberapa perusahaan besar. Siapa saja yang telah menggunakan MapBox bisa dilihat di sini. Menurut Foursquare, alasan mereka beralih ke MapBox – dan kami setuju sekali – adalah:

  • MapBox menggunakan data OpenStreetMap, yang makin lama makin bagus dan lengkap datanya. Terima kasih kepada komunitas kartografi digital open source!
  • MapBox memberikan banyak kemudahan desain. MapBox menggunakan map tiles yang cantik – yak, kami suka! – kita bahkan bisa membuat sendiri map tiles sendiri menggunakan TileMill, alat untuk membuat peta interaktif cantik, bagian dari projey open source-nya MapBox. Kami belom mencoba TileMill, tapi suatu saat kami akan mencobanya.
  • MapBox menggunakan pustaka javascript open source Leaflet. Leaflet sangat mudah digunakan. Kami masih mengeksplorasi pustaka ini. Kamu beralih dari GoogleMaps dan menggantikannya dengan MapBox pada sebuah proyek hanya dalam waktu semalam. Untuk sebuah proyek “bandung bondowoso”, kami sangat terbantu – kami hanya menyalin dan memodifikasi apa yang ada di halaman contoh.
  • MapBox menawarkan harga yang jelas. Google Maps API for Business tidak menyebutkan dengan jelas harga mereka, namun menurut Dailymail, dilaporkan mencapai $10,000 per tahun untuk membayar layanan mereka.

Dari keempat alasan tersebut, alasan utama kami mencoba MapBox adalah map tiles mereka yang cantik. MapBox sangat mudah diatur dan digunakan. Hanya menuliskan satu atau dua baris kode (terima kasih, Leaflet), peta pun siap digunakan.

Satu hal lagi yang kami suka dari MapBox, yaitu dukungan terhadap GeoJSONencoding obyek geografis dalam bentuk JSON. Kami tak perlu menulis titik lintang dan bujur (latitude dan longitude) pada skrip, namun hanya memuat URL GeoJSON yang kita berikan dan Leaflet akan menerjemahkannya. Contohnya bisa dilihat di sini.

Sangat menyenangkan menggunakan MapBox. Kami masih belum mengeksplorasi lebih lanjut, tapi ini hanya masalah waktu.

Artikel ini dipublikasikan pada 5 Agustus 2013, sekitar 5 tahun yang lalu. Informasi yang dimuat di artikel ini mungkin sudah tidak akurat.

Ada 1 tanggapan
Gilang Ramadhan 28 Februari 2015 18:48 WIB

Wah, sangat informatif. Kebetulan saya akan membuat apps yang menggunakan peta. Saya coba pake Mapbox deh.
Terima kasih infonya..

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.