Menyeduh Kopi Menggunakan Vietnam Drip, Moka Pot, dan French Press

Artikel ini ditayangkan pada 2 April 2013, sekitar 4 tahun yang lalu. Informasi pada tulisan ini mungkin sudah tidak sesuai.

Menyeduh kopi ada berbagai macam cara. Selain diseduh langsung ala kopi tubruk, kopi bisa disajikan dengan menggunakan berbagai macam teknik dan peralatan.

peralatan menyeduh kopi peralatan menyeduh kopi

Beberapa waktu lalu, saya dan kawan-kawan melakukan #KopdarKopi yang disponsori oleh Pepeng yang baru saja membuka usaha kopi hijau dari kaki Gunung Sindoro.

Dia membawa kopi toraja kalosi dengan beberapa peralatan macam vietnam drip dan penggiling, serta beberapa kawan menyumbang peralatan lain.

Siang itu terkumpul 3 alat yang sering digunakan untuk meracik kopi, yaitu vietnam drip, french press, dan moka pot. Rupanya saat kopi diracik dengan alat berbeda, hasilnya juga sedikit berbeda.

Berikut ini pendapat saya setelah mencoba kopi yang diracik dengan ketiga alat.

Rasa yang saya dapatkan sebenernya dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain takaran dan perbandingan bubuk kopi dengan air, yang pada proses ini tidak menggunakan takaran dan perbandingan tertentu.

Dalam #KopdarKopi ini kopi yang digunakan sama, yaitu kopi toraja kalosi yang berjenis arabica.

Vietnam Drip

kopi diseduh menggunakan vietnam drip kopi diseduh menggunakan vietnam drip

Vietnam drip sangat sederhana, terdiri dari saringan bawah, cangkir, saringan atas (tamper), dan penutup.

Tamper berfungsi untuk menekan kopi sehingga saat terkena air panas, sari pati kopi bisa keluar.

Tamper-nya sendiri ada 2 jenis, yang disekrup (memberikan tekanan tambahan) dan yang tanpa sekrup (tekanan hanya dari gravitasi).

Lempeng saringan diletakkan di atas cangkir, kemudian masukkan bubuk kopi yang digiling kasar ke dalam cangkir saringan, kemudian letakkan tamper di atas kopi (bisa dengan menambahkan tekanan sedikit), kemudian tuangkan air panas.

Kopi akan menetes sedikit demi sedikit ke dalam gelas. Jika mengikuti cara Vietnam, sebelum menyeduhkan kopi, di dalam gelas sudah tertuang susu kental manis.

Hasil kopi yang dihasilkan oleh vietnam drip terasa lebih asam. Mungkin karena kopi yang digunakan adalah kopi arabica yang cenderung asam.

Mungkin ini alasan kopi yang diseduh menggunakan vietnam drip lebih kebanyakan kopi robusta yang cenderung lebih pahit.

Vietnam drip yang digunakan adalah vietnam drip murah tanpa sekrup yang saya beli waktu di Vietnam. Harganya VND 30.000 (sekitar Rp 15.000). Jika beli di Jakarta bisa mencapai Rp 50.000 hingga Rp 70.0000.

Moka Pot

Moka pot lebih rumit daripada vietnam drip. Alat ini menghasilkan esporesso, karena melibatkan tekanan dan panas untuk mengeluarkan sari pati kopi.

moka pot moka pot

Air dimasukkan ke dalam bejana penampung air di bagian bawah. Bubuk kopi diletakkan ke dalam saringan, kemudian dikaitkan ke teko di atasnya. Moka pot kemudian diletakkan di atas kompor, sehingga kopi akan naik ke dalam teko karena tekanan.

Kopi yang dihasilkan oleh moka pot lebih kuat rasa pahitnya. Jika ingin membuat kopi espresso, tidak perlu membeli mesin espresso, menggunakan moka pot sudah cukup.

Kopi yang dihasilkan oleh moka pot cenderung lebih pahit. Rasa asamnya tidak sekuat saat menggunakan vietnam drip.

Moka pot sendiri memiliki takaran dalam bentuk berapa cangkir. Moka pot untuk 2 cup espresso, artinya jika saringan dipenuhi dengan bubuk kopi maka moka pot bisa menghasilkan 2 cangkir espresso.

Moka pot yang digunakan biasanya bermerk Bialetti karena awalnya alat ini ditemukan oleh Luigi De Ponti untuk Alfonso Bialetti di perusahaan Bialetti Industrie.

Harga alat ini cukup mahal, harganya bisa di atas Rp 500.000.

French Press

Menuang kopi dari french press Menuang kopi dari french press

French press terdiri dari sebuah gelas panjang, sebuah plunger yang menyatu dengan tutup.

Membuat kopi dengan french press bisa dibilang susah-susah gampang. Kopi yang dihasilkan oleh french press tergantung pada suhu air panas dan waktu untuk melakukan penekanan.

Kopi yang dihasilkan terasa lebih “netral”, tidak terlalu pahit dan tidak terlalu asam.

French press sendiri sebenarnya ditemukan oleh seorang Italia bernama Attilio Calimani yang kemudian populer di Prancis.

Harga french press sekitar Rp 150.000 untuk ukuran 350 mL (2 cangkir) hingga Rp 200.000 untuk ukuran 600 mL (3-4 cangkir).

French press sendiri umum digunakan dan mudah dibeli. Saya pernah melihat alat ini dijual di Ace Hardware dan Metro.

Walau sebenarnya digunakan untuk menyeduh teh, tak jarang alat ini juga digunakan untuk menyeduh teh.

Galeri Foto

Muhammad Zamroni

pengembang web • penyelam scuba • pejalan pemula • peminat perangkat

Jakarta, Indonesia

14 komentar

Artikel ini ditayangkan pada 2 April 2013, sekitar 4 tahun yang lalu. Informasi pada tulisan ini mungkin sudah tidak sesuai.

Dian Adi Prasetyo (@didut)

8 April 2013 22:04

tak posting juga ahhhh, pinjem foto2mu ya dab ^^

Purwadi Nugroho (@thepwd)

16 April 2013 11:36

mas'e...kalo pake french press buat dua cangkir itu, enaknya ukuran kopinya berapa banyak ya?

iwan rs

2 September 2013 13:46

pernah dibandingkan tidak dg cara disaring ala Aceh ?

Praditya

16 September 2013 12:59

Saya pernah menyeduh kopi dgn vietnam drip hasilnya mantab, tidak begitu terasa asamnya, pahitnya juga pas, kopi yg saya pakai arabica aceh gayo dgn gilingan halus. Namun ketika sy coba pakai frenchpress justru cita rasa khas kopi gayo yg wangi cengkeh/tembakau tdk keluar

Pernah juga coba seduh kopi arabica toraja kalosi gilingan agak kasar pakai vietnam drip , hasilnya agak encer & memang asam. Tp ketika sy coba pakai frenchpress hasilnya benar2 pas, aromanya keluar.

Sepertinya utk vietnam drip lbh cocok kopi dgn gilingan halus, sedangkan utk frechpress cocok dgn kopi gilingan agak kasar.

Kopi Toraja

21 September 2013 07:35

Artikel yang sangat menarik. Thanks for share.

arieadie nugroho

2 Januari 2014 15:22

siiipppp !!!!
pengetahuan baru
"suwun"

Sidikalang Jaya

13 Februari 2014 00:13

Saya suka nih informasinya....

Morten Tarigan

20 Juli 2014 14:01

udah coba pake aeropress belum? ditunggu ya reviewnya

ryan

4 Februari 2015 18:10

mantap kopi nya.... hebat...,.

Fachry

15 Juli 2015 18:52

kalo vietnam drip gilingannya, enaknya segimana gan?

Chef Yanny Axel

3 September 2015 14:20

Jangan Lweatkan Untuk Mencoba Rasa dari KOBISA, KOPI dari BIJI SALAK PEGUNUNGAN PANGU MINAHASA TENGGARA SULAWESI UTARA. SAAT PANAS RASA KOPI SETELAH DINGIN RASA BUAH.

iKurniawan

12 November 2015 20:40

Nah makasih om tips nya. Lagi mau cobain bikin vietnam drip nih
:D

murni

14 Maret 2016 14:58

mas kira kira vietnam coffee drip yang murah bisa dibeli dimana ya yang harganya sktr 50 ribu?

curangsakong

1 Juni 2017 02:22

jujur aja mas, saya masih anak bawang soal ginian. saya makasih atas artikel ini

Statistik

Telah dibaca 30.525 kali. Waktu baca rata-rata 5 menit. Ada 14 komentar.