Mengenal Dunia Lewat Prangko

Artikel ini ditayangkan pada 21 Juni 2012, sekitar 5 tahun yang lalu. Informasi pada tulisan ini mungkin sudah tidak sesuai.

Pernah lihat prangko dari Bhutan? Atau dari negara Tokelau? Meski negara-negara tersebut jarang sekali kita dengar, namun kita bisa mengenalnya melalui prangko.

Pada acara Pameran Filateli Dunia (World Stamp Championship) 2012 yang diadakan di Jakarta Convention Center (JCC), 18-24 Juni 2012, kita bisa melihat (dan membeli) berbagai macam prangko dari berbagai negara. Acara ini adalah hasil kerja sama PT Pos Indonesia (Persero), Perkumpulan Filateli Indonesia, Kementerian Komunikasi, dan Kementerian Pendidikan Nasional.

prangko dari berbagai negara prangko dari berbagai negara

Selain melihat koleksi-koleksi prangko edisi khusus, misal prangko edisi pramuka, edisi olah raga, edisi sejarah, dan sebagainya, kita juga bisa melihat berbagai jenis prangko dari seluruh dunia.

Masuk ke pameran ini gratis dan kita akan diberi sebuah buku paspor filateli yang mana kita bisa meminta stempel dari seluruh booth yang masing-masing mewakili negara peserta pameran, atau membeli prangko dari booth tersebut dan menempelkannya ke buku.

Prangko-prangko yang dijual pun bermacam-macam, ada yang baru dan bisa dipakai untuk berkirim surat dengan harga mulai dari lima ribu rupiah hingga lima puluh ribu rupiah, ada juga koleksi prangko kuno yang harganya ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

Saya pun langsung kalap membeli berbagai macam prangko. Sasaran saya adalah prangko-prangko dari negara-negara yang sulit kita kunjungi atau kurang familiar. Kebetulan saya mengoleksi kartu pos yang dikirim oleh teman-teman ketika mereka bepergian ke luar negeri, sehingga untuk negara-negara yang sudah saya punya prangkonya, tidak saya buru.

Saking kalapnya, saya menghabiskan uang sekitar 300 ribu rupiah untuk mendapatkan prangko-prangko dari 20 negara dalam berbagai ukuran dan harga. Prangko termurah adalah seharga 5 ribu rupiah yang saya dapat dari Selandia Baru, Tokelau, dan Nieu. Sedangkan prangko termahal saya dapatkan dari Indonesia, yaitu prangko berbahan kain batik.

prangko PRISMA (Prangko Identitas Milik Anda) prangko PRISMA (Prangko Identitas Milik Anda)

Uniknya lagi, kita bisa membuat prangko dengan foto kita sendiri, yaitu prangko PRISMA (Prangko Identitas Milik Anda), dengan biaya 20 ribu rupiah dan akan mendapat 8 buah prangko dengan nominal Rp1.500. Kita bisa memilih tema prangko yang hendak kita buat, lalu berfoto, kemudian tunggu beberapa menit, prangko bergambar wajah kita langsung jadi.

Selain prangko, juga ada beberapa benda koleksi numismatik (mata uang) dan benda-benda antik semacam koran tua dan baju-baju batik.

Buat para penggemar filateli, acara ini tentu menjadi surga. Namun yang lebih penting, meski sekarang komunikasi telah memasuki dunia digital yang serba cepat, berkomunikasi menggunakan surat tentu memberikan sensasi berbeda. Ada sentuhan pribadi yang tidak kita dapatkan dari dunia digital.

Yang lebih membuat saya senang, banyak sekali anak-anak usia sekolah yang antusias membeli prangko, dengan bahasa Inggris tertatih-tatih berkomunikasi dengan penjaga booth yang berasal dari negara-negara peserta. Saya bahkan melihat seorang ibu sengaja membawa anaknya untuk membeli dan melakukan aktivitas menempel dan mengoleksi prangko.

Hanya dari sepotong prangko, kita bisa melihat dan mengenal kebudayaan dunia.

Galeri Foto

Muhammad Zamroni

pengembang web • penyelam scuba • pejalan pemula • peminat perangkat

Jakarta, Indonesia

1 komentar

Artikel ini ditayangkan pada 21 Juni 2012, sekitar 5 tahun yang lalu. Informasi pada tulisan ini mungkin sudah tidak sesuai.

uthie

25 Juni 2012 06:56

siyal, aku kelupaan Latviaaaa!
tapi udah bokek. :|

Statistik

Telah dibaca 295 kali. Waktu baca rata-rata 4 menit. Ada 1 komentar.