Menyelam di Karimunjawa

Artikel ini ditayangkan pada 13 Mei 2012, sekitar 5 tahun yang lalu. Informasi pada tulisan ini mungkin sudah tidak sesuai.

Karimunjawa begitu terkenal akan pantai berpasir putih dan air jernih berwarna tosca-nya. Namun bagaimana dengan keindahan dasar lautnya?

Tanggal 4-5 Mei 2012 lalu, saya bersama teman-teman melakukan penyelaman di Karimunjawa. Ini merupakan penyelaman pertama saya di Karimunjawa, setelah melahap 12 log penyelaman.

Berangkat dari Jakarta menggunakan AirAsia QZ-7568, kami langsung menuju Pelabuhan Tanjungmas begitu tiba di Bandara Ahmad Yani, Semarang. Perjalanan kami dari Pelabuhan Tanjungmas ke Karimunjawa menggunakan kapal cepat KMC Kartini 1. Perjalanan kami ditempuh dalam waktu 4 jam, dengan kecepatan kapal rata-rata 15 knots (sekitar 30 Km/jam).

Kapal berangkat dari pelabuhan tepat pukul 9 pagi dan sampai ke Dermaga Karimunjawa pada pukul 1 siang. Cuaca sangat terik, sehingga kami segera bergegas ke penginapan setelah istirahat sejenak.

Kami menginap di Puri Karimun, dengan melakukan pemesanan penginapan lengkap dengan paket menyelam jauh-jauh hari terlebih dahulu melalui email. Namun sayangnya, meski tempat menginapannya menyenangkan (bahkan ada jasa penjemputan di dermaga) pelayanan untuk penyelamannya buruk. Sebelumnya kami sudah merancang untuk bisa menyelam 2 kali dalam sehari, tapi ternyata hanya bisa sekali selam, padahal mereka sudah menyepakati rancangan penyelaman kami.

Anyway, kami akhirnya menyelam di 2 spot saja yaitu di seputar Pulau Menjangan Besar. Penyelaman pertama, pemandu kami, Pak Edi, kurang kurang atraktif dalam memandu. Bukannya mengajak ke spot-spot yang menarik, dia hanya menemani kami dan menjaga dari belakang. Jarak pandang saat itu juga kurang bagus, plus karang-karangnya sudah banyak yang rusak dan mengalami bleaching.

Selesai menyelam, kami menuju ke penangkaran hiu yang terletak di Pulau Menjangan besar. Jika Anda bernyali, Anda bisa berenang bersama hiu dengan membayar ongkos 5 ribu rupiah per orang. Meski terkesan menyeramkan, hiu sebenernya bukan hewan yang berbahaya. Kesan seram dan berbahaya tercipta dari film-film fiksi yang tidak bertanggung jawab.

Malamnya kami menghabiskan waktu di alun-alun yang sangat ramai dengan pedagang kaki lima. Ikan bakar, cumi bakar, dan hidangan laut lainnya bisa dinikmati sambil duduk lesehan di atas selembar terpal di lapangan bola berumput lebat. Yang patut dicoba adalah ikan bakar dan cumi bakarnya, plus minum kelapa bakar yang airnya dicampur susu dan jahe.

Wisatawan asing banyak kami temui di Karimunjawa, sehingga jangan heran kalo ada beberapa warga lokal yang fasih berbicara dalam berbagai bahasa. Cukup membanggakan meski infrastruktur di Karimunjawa masih cukup banyak kekurangan.

Esok paginya, kami melakukan penyelaman di titik di seputaran Pulau Gosong. “Gosong” sebenarnya sebutan untuk daratan yang suatu saat muncul di permukaan, kemudian di saat yang lain hilang karena naiknya permukan air laut. Pemandu kami, Pak Mulyadi, lebih bisa memberikan pengarahan. Terang saja, dia kerap membawa kru Trans7 melakukan syuting jika ada liputan di Karimunjawa.

Titik penyelaman kedua kali ini lebih bagus dari yang pertama. Selain jarak pandang yang bagus, karangnya juga lebih berwarna-warni. Namun sayang sekali, di penyelaman kedua ini saya harus naik ke permukaan karena buddy saya, Diah, sekitar 20 menit menyelam mengalami batuk-batuk di kedalaman sekitar 17 meter. Dugaan saya sih diakibatkan udara tangki yang kurang bersih. Tentu saja setelah kami memberitahu pemandu kami. Selagi kami berdua naik ke permukaan, Firman dan Virtri melanjutkan penyelaman bersama pemandu kami.

Sayang sekali padahal jarak pandang di penyelaman kedua kami cukup bagus dan karang-karangnya cukup bagus. Namun, demi alasan keamanan, kami memilih segera naik ke permukaan.

Dari pengalaman penyelaman saya ini, saya merasa bahwa menyelam di Karimunjawa hampir sama dengan menyelam di Kepulauan Seribu, Jakarta. Hanya saja secara infrastruktur, masih lebih baik di Kepulauan Seribu.

Jadi jika ke Karimunjawa, snorkeling dan menikmati pantai berpasir putihnya saja sudah cukup.

Informasi Perjalanan

  1. Jadwal Kapal cepat Kartini 1:
    • Semarang-Karimunjawa: Sabtu – 09:00 WIB: tarif Rp 113.000,00 (dewasa, kelas bisnis) & Rp 133.000 (dewasa, kelas eksekutif)
    • Karimunjawa-Semarang: Minggu – 13:00 WIB: tarif Rp 109.000,00 (dewasa, kelas bisnis) & Rp 129.000 (dewasa, kelas eksekutif)
    • Alamat kontak: Badan Perhubungan Laut, Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika, Jl. Siliwangi No. 355-357, Semarang, Telp. 024 – 70 4000 10, 024 – 7605660, 024 –760 4640
  2. Penginapan Puri Karimun: Website: http://purikarimun.wordpress.com/

Galeri foto

Muhammad Zamroni

pengembang web • penyelam scuba • pejalan pemula • peminat perangkat

Jakarta, Indonesia

1 komentar

Artikel ini ditayangkan pada 13 Mei 2012, sekitar 5 tahun yang lalu. Informasi pada tulisan ini mungkin sudah tidak sesuai.

Karimun Jawa

7 Oktober 2016 02:38

barangkali ada yang merencanakan penginapan homestay murah saat kalian datang ke karimunjawa, silahkan hubungi saya saja ya, 08122539596.

Statistik

Telah dibaca 949 kali. Waktu baca rata-rata 5 menit. Ada 1 komentar.